Menulis ibarat menorehkan pisau ke tubuh, dapat sembuh namun meninggalkan bekas. Bekas itulah yang akan dikenang oleh kita. Menulislah agar kita akan terus dikenang..
Sunday, April 3, 2016
Kesederhanaan
Saturday, April 2, 2016
Tidak takut
Bungkamlah maka ku kan berteriak.
Matikanlah suara ku maka ku kan menulis.
Halangkan pilihan ku maka ku kan membuka jalan baru.
Teriakan ku kan menggema.
Tulisan ku kan terbaca.
Jalan ku kan menerobos.
Ada kala aku takut.
Namun lebih banyak alasan untuk tegakkan kepala dan berkata "hanya itu mampu mu?".
Aku tidak takut.
020416
Sunday, March 27, 2016
Acuh
Tak bisa kupalingkan wajah dari mu.
Tak bisa pula ku pergi menyendirikan mu.
Ada pilihan tuk acuh.
Ada pilihan tuk abai.
Namun kuhempas keduanya.
Berkali kulihat semua terulang.
Semusim tenang semusim badai.
Semusim senang semusim melempar kesalahan.
Bukan aku pembuat keputusan.
Bukan aku sebab atas masalah.
Bukan pula aku pemerannya.
Aku hanya penonton.
Yang acap punya pilihan tuk acuh dan abai.
Mana hitam mana putih tersarukan ego setinggi langit.
Beribu pilihan tersapu kata jika.
Hei dia yang berkata paling benar.
Berkaca lah.
Hanya ego berbalut takut yang kamu tawarkan.
Hal semu dianggap kebahagiaan.
Hal nyata dibuang jauh.
Pulang dan buat cerita berbeda pada buku mu.
28 maret 2016
Wednesday, March 23, 2016
Perbaikan Transportasi Umum
Saat kita naik bus dan tidak tau berapa tarif yang harus dibayar, biasanya kita akan bertanya dengan kenek saat menagih tarif bus, terkadang jumlah kembalian tidak pas sesuai dengan tarif yang seharusnya. Hal ini tentu saja merugikan pengguna bus. Dengan adanya penempelan tarif yang jelas, tentu saja pengguna bus bisa membayar sesuai dengan tarif yang tertera.
Pembayaran yang dilakukan oleh pengguna bus Mayasari Bakti dengan menggunakan kartu uang elektronik saat ini masih terbatas pada bus Mayasari Bakti AC05 jurusan Blok M-Bekasi. Kartu uang elektronik yang dapat digunakan pun hanya kartu flash yang dikeluarkan oleh Bank Capek Antri (if you know what i mean). Pada awal kebijakan ini dikeluarkan terdapat diskriminasi harga bagi pengguna bus yang membayar dengan kartu flash dikenakan tarif tetap Rp10.000, sedangkan yang membayar dengan uang cash dikenakan tarif Rp12.000. Walaupun bedanya hanya Rp2.000 (yang adalah 20% dari tarif normal *Cry), bagi kami yang selalu menggunakan bus ini untuk perjalanan pergi pulang, tentu diskriminasi harga ini sangaaaaatttt terasa.
Hahaha, yap kamu ga salah baca. Tanggal 14 Maret 2016 kemarin saat pulang kantor dan menaiki Mayasari Bakti AC05 dari seberang kantor ku menuju Jatibening, bus yang mengantarku pulang sudah memasang CCTV. Bahkan tidak hanya 1 buah CCTV yang terpasang, melainkan 3 buah CCTV. Wow banget!! CCTV tersebut terpasang di center bagian depan bus, sekitar deret ke 4 sebelah kanan sisi bus, dan sekitar deret ke 10 sebelah kanan sisi bus. Banyaknya kasus kekerasan di bus kota memang menjadi momok tersendiri bagi banyak orang, sehingga mereka mau menggunakan bus atau transportasi umum lainnya. Apalagi bagi pekerja wanita yang harus pulang malam hari, dengan adanya CCTV paling tidak ada sedikit rasa ama di hati. Selama ini kalau aku naik bus di malam hari, aku selalu memastikan dulu apakah ada penumpang wanita lain atau tidak dan apakah feeling ku mengatakan aku harus naik atau tidak. Kalau tidak, ya lebih baik aku turun dan menunggu bus selanjutnya.
Monday, February 29, 2016
Satu
Monday, January 4, 2016
Kisah tak berbunyi
Kuibaratkan kisah ini sebagai kisah tak berbunyi.
Sunyi tapi tak sepi.
Riak yang tersapu tertutup kabut yang menyelimutinya.
Bukan karena kamu.
Aku lelah berbunyi.
Gema yang tercipta mengalun terlalu jauh tak tertahan.
Tak semua hal perlu dibunyikan.
Tak semua hal perlu diteriakan.
Dalam diam kita bercakap.
Dalam diam kita memulai.
Menikmati lakon dalam film bisu
BKPM, 5 Januari 2015
2016
Tinta cerita apa yang telah aku goreskan dalam 4 lembar pertama buku hidup 2016 ku.
Kuingat angan ku di awal 2015.
Tak semua nya menjadi nyata.
Kejutan demi kejutan menghampiri ku menggantikan angan yang kuharapkan.
Kejutan yang menggores simpul senyum di bibirku dan ada pula kejutan yang mengalirkan tetesan air di pelupuk mata ku.
Lalu apa guna nya aku menulis angan yang ingin aku capai di 2016.
Mungkin hanya sekedar pengingat kecil di sudut hati.
Atau mungkin pecut yang menyemangati ku untuk berlari mewujudkannya.
Aku tahu apa yang ku mau.
Aku pun tahu langkah apa saja yang harus aku persiapkan.
Rantai pembelenggu ku telah kusingkirkan.
Hei.. apakah memang selama ini ada rantai itu, atau aku saja yang berpikir bahwa kaki ku dirantai?
Aku ingin begini. Aku ingin begitu.
Aku akan mewujudkannya.
Entah di 2016 ini atau di tahun berikutnya.
-041215-
Home sweet home
Wednesday, December 30, 2015
Akhir 2015
detik melangkah menuju pergantian tahun semakin berjalan dengan cepatnya.
apa arti 2015 untuk mu?
makna 2015 ku sampai dengan tengah tahun telah ku tuliskan dalam Juni 2015 (klik)
banyak hal yang terjadi dalam semester kedua 2015 ku kali.
1 hal yang pasti, perjalanan yang terangkai di tahun ini adalah akibat dari pilihan-pilihan yang dibuat sebelumnya.
rangkaian rantai sebab akibat mewarnai tahun ku ini.
tak ada hal yang dapat ku sesali, karena Tuhan begitu baiknya memberikan ku kepingan rantai terbaik yang dapat diberikannya.
aku bertemu dengan kamu.
kepingan mu pun tidak datang dengan begitu saja.
kepingan mu menenangkan, menjadi percabangan yang datang dari pilihan-pilihan sarat berbagai emosi.
tenang laksana malam yang datang, menyelimuti dengan sebaran bintang yang teduh.
rantai ku pun berjalan lagi.
terima kasih 2015, selamat datang 2016. kejutan apa yang akan Engkau berikan pada ku tahun depan.
![]() |
| image |
Selamat menikmati detik demi detik yang melangkah.
31 Desember 2015
Perlambatan waktu
Saturday, November 28, 2015
Mengeluh
Heihoy..
Pasti ada suatu hari dimana kita pengeeeennn banget ngeluh dengan segala hal yang terjadi dalam hidup ini.
Kenapa jalanan macet.
Kenapa siang panas banget.
Kenapa ujan terus.
Kenapa ac ruangan ga dingin.
Kenapa ruang kerja dinging banget.
Kenapa aku single.
Kenapa pacar aku nyebelin.
Kenapa gajian cepet menguap.
Kenapa ga ada kerjaan.
Kenapa lembur terus.
Dan banyaaaakkk lagi.
Tapi pernah ga sih kalian tuh mikir.
Tuhan itu baik banget loo udah melimpahkan segala hal baik di diri kita hari ini, eh saat ini.
Masih bisa bernapas.
Masih punya kerjaan.
Masih bisa tinggal dirumah yang nyaman.
Masih ada ortu dan saudara yang sehat dan sayang kita.
Masih ada pacar yang ngertiin kita.
Masih ada temen-temen seru yang bikin senyum terus.
Masih bisa makan 3x sehari.
Masih punya lemak di perut *loh*
Lalu kenapa mesti mengeluh?
Coba liat sekeliling kamu.
Apakah mereka seberuntung kamu?
Kalau tidak, coba pikir apa yang bisa kamu bantu buat dia.
Ga harus materi kok, kadang dengan mendengarkan dan membantu memberi solusi kita sudah meringankan dia.
Lalu kenapa mesti mengeluh?
Rejeki udah diatur sebaik-baiknya oleh Tuhan.
Kalau rejeki itu ga datang ke kamu, mungkin karena rejeki itu ga baik buat kamu.
Kalau orang lain yang dapet rejeki itu, ya memang itu jatah dia.
Ga usah iri, ga usah mengeluh.
Hidup itu udah keras, jadi jangan ditambah dengan keluhan-keluhan yang bikin kamu pusing sendiri.
Dinikmati aja, toh hidup cuma 1x. *kan konsep reinkarnasi beda kehidupannya *heya dibahas *ok skip.
Semangat yaa kalian.. God Bless ♥
Rumah-28 Nov 2015
Saturday, November 21, 2015
Abai
Terkadang kita perlu menjadi abai.
Entah itu kepada orang lain maupun kepada pikiran-pikiran kecil di kepala.
Bukan berarti kita tak peduli.
Abai berarti memilih untuk menahan langkah atau menahan ucap.
Abai berarti membuktikan solusi nyata tanpa banyak teori.
Abai tak mudah dilakukan.
Namun dengan sedikit abai masalah kecil tak terlihat dan masalah besar pun tak membebani.
-suatu jalan di jakarta timur-
221115
Thursday, November 19, 2015
Kisah #DuaPuluhEnam
DuaPuluhNovemberDuaRibuLimaBelas dan kisah tentang #DuaPuluhEnam.
#DuaPuluhEnam adalah kisah tentang perubahan.
Perubahan diri dari praktisi menjadi abdi negara.
Perubahan dari berdua, sendiri, dan kemudian menjadi berdua lagi.
#DuaPuluhEnam adalah kisah tentang pembelajaran.
Bagaimana mengintrospeksi cara bersikap dalam keluarga, lingkar pertemanan, lingkar pekerjaan, dan hubungan dengan orang terkasih.
Bagaimana belajar memahami hal-hal baru yang datang pada hidup, serta mencari hobby baru yang bermanfaat.
#DuaPuluhEnam adalah kisah tentang memulai.
Perjalanan baru di tempat baru.
Perjalanan baru dengan orang baru.
Ini kisah #DuaPuluhEnam ku.
-BKPM, DuaPuluhNovemberDuaRibuLimaBelas-
Monday, November 16, 2015
Penahan
Bagai angin yang tertahan tembok.
Bagai sinar yang tertutup bayangan.
Kamu adalah penahan ku.
Hempasan ku mungkin terlalu besar.
Hembusan ku mungkin mematahkan.
Cahaya ku mungkin membutakan.
Kamu adalah penahan ku.
Penyeimbang agar dunia ku tetap berputar.
Kamu adalah pendukung ku.
Penunjuk saat aku kehilangan arah.
Kamu adalah sumber semangat ku dan rumah ku.
![]() |
| Pulau Rambut, 2012 |
16 November 2015
Monday, November 9, 2015
Satu langkah
Sunday, October 18, 2015
Senyum
Friday, September 18, 2015
Temali
Tali temali yang saling menyimpul.
Bukan mengikat tapi menjaga.
Bukan mengekang tapi mendekatkan.
Tali temali bukan tembok penghalang.
Tapi semangat melangkah maju.
Tapi pengingat jalan pulang.
Tali temali ini terdiri atas kepercayaan dan pengharapan.
Karena derap langkah yang tercipta semakin dekat seirama.
Karena tujuan sudah ditetapkan.
Karena simpul apa yang akan terbentuk tercipta seiring perjalanan yang menempa.
-Home sweet home♥-
18 September 2015
Tuesday, September 1, 2015
Bandara
*ceritanya efek abis jemput mama di Bandara, untuk pertama kalinya, sendirian*.
![]() |
| Gungde, April 2015 |
Di sisi lain, tampak orang tua, saudara dan kerabat mereka yang penuh semangat dan berusaha menutupi rasa sedih akan berpisah dengan mereka. Foto-foto yang diambil akan menjadi awal dari perjalanan mereka. Pelukan dan ciuman terakhir diberikan sebelum mereka beranjak masuk ke dalam terminal keberangkatan. Lambaian tangan mengayun di udara, berjalan mengikuti mereka hingga lambaian terakhir tertutup oleh tembok Bandara. Air mata pun kemudian semakin mengembang di pelupuk mata seiring dengan langkah yang menjauh.
![]() |
| Prana, Februari 2015 |
Langkah tegap diambilnya ketika terdengar panggilan untuk penerbangannya. Lambaian tangan pun bersambut punggung yang berbalik memasuki terminal keberangkatan. Semua demi menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, begitu katamu sebelumnya.
Kisah lain pun tampak di terminal kedatangan.
Di sini kita bisa melihat orang-orang dengan beragam karakter. Mereka yang membawa berbagai dus oleh-oleh seragam yang menandakan kota yang telah mereka pijak. Mereka yang disambut riang gembira, dihujani pelukan dan ciuman dari suami/istri, anak dan kerabat. Mereka yang terburu-buru mengejar taxi yang tersedia agar tidak terlambat sampai ke tujuannya. Mereka dengan wajah bingung karena baru menginjakan kaki untuk pertama kalinya pada kota tersebut. Mereka yang bersuka ria karena akan menghabiskan waktu dan menjalankan rencana liburan yang sudah dibuatnya. Mereka yang bersungut-sungut karena terlambat dijemput.
Mereka yang kembali bersatu setelah dipisahkan oleh jarak dan waktu.
Kisah di Bandara terlalu lucu untuk diingat.
Ya, karena semua kisah memiliki cara untuk dikenang.
-diselesaikan di BKPM, 1 September 2015-
![]() |
| Terminal 2E, Juni 2015 |
Wednesday, August 26, 2015
Database Peraturan
Kali ini aku mau membahas hal yang agak serius.
Mengingat pekerjaan ku sekarang yang berkaitan erat dengan peraturan perundangan jadi kali ini aku akan membahas tentang pentingnya sebuah lembaga pemerintahan memiliki yang namanya database peraturan perundangan.
Di BKPM sendiri kami sudah memiliki yang namanya Jaringan Data dan Informasi Hukum (JDIH) dengan alamat laman: www.peraturan.bkpm.go.id/jdih. Sebenarnya setiap kementerian dan lembaga negara non kementerian diwajibkan untuk memiliki JDIH untuk memudahkan penyebaran dan akses informasi dan peraturan terbaru yang diterbitkan.
JDIH BKPM tidak hanya memuat peraturan yang diterbitkan oleh Kepala BKPM, namun juga peraturan lainnya yang menyangkut bidang penanaman modal. *secara ya pelaksanaan kerja BKPM itu sangat berkaitan erat dengan kementerian/lembaga lain*.
Aku sendiri merasakan manfaat adanya JDIH *bukan hanya JDIH milik BKPM, tapi juga JDIH milik kementerian/lembaga lainnya*, terutama ketika harus rapat dan membutuhkan melihat peraturan yang telah dikeluarkan sebelumnya sebagai referensi. JDIH memudahkan pencarian tersebut. Ya memang kita bisa saja googling peraturan tersebut dan voila ketemu lah peraturan yang kita cari. namun terkadang ada beberapa peraturan tidak dimunculkan di dunia maya dengan alasan-alasan tertentu. *ya agak susah sih masalah hal ini, ketika keterbukaan dan akuntabilitas vs rahasia negara*.
Namun hal yang agak disayangkan yaitu JDIH yang dikelola masih belum tersinkronisasi. Setiap kementerian/lembaga negara yang mengunggah peraturan, peraturan tersebut hanya akan muncul di JDIH masing-masing kementerian/lembaga. Andaikan setiap JDIH itu terkoneksi dengan baik, bisa saja di masa yang akan datang ketika kementerian x mengupload suatu peraturan, maka akan muncul notifikasi kepada seluruh JDIH kementerian/lembaga lainnya, atau mungkin bahkan akan langsung secara otomatis terunggah juga di JDIH lainnya.
Menurut ku selain ada JDIH, seharusnya di kementerian/lembaga ada database offline yang terhubung ke setiap komputer di kementerian/lembaga tersebut. Hal ini mengingat internet di Indonesia kan belum stabil dan tidak setiap kegiatan kita bisa dapat akses internet dengan mudah. Setidaknya dengan adanya database offline penyebaran peraturan bisa lebih mudah.
haha. ya ini sebagian pemikiran kecil ku untuk mempermudah pelaksanaan pekerjaan.
Semangat semuanyaa..
-Diselesaikan di BKPM, 26 Agustus 2015-
Wednesday, August 19, 2015
Karena Semesta itu Mendukung
Sunday, July 26, 2015
Menikah (menurut pandanganku) 4
1. Menikah (menurut pandanganku) 1
2. Menikah (menurut pandanganku) 2
3. Menikah (menurut pandanganku) 3
Heihoy.
Pembahasan tentang kata "Menikah" memang tidak ada habisnya.
Di tulisan sebelumnya aku membahas tentang masalah "Keyakinan", kalau di tulisan ini aku akan membahas nasihat yang diucapkan oleh Ajik (ayahku) beberapa minggu lalu yaitu:
"Carilah pasangan orang yang tidak sempurna, tapi yang bisa menyempurnakan mu dan kamu bisa menyempurnakannya. Kalau mencari orang yang sempurna dia akan merasa cukup dengan dirinya sendiri" - A.A. Ngr. Oka Muliawan, 2015 -Memang di keluarga ku kita terbiasa melakukan diskusi tentang berbagai hal. Tapi tumben pembahasan tentang hal ini mampu membuat ajik mengeluarkan kata-kata mutiaranya hehe.
Berdasarkan kata-kata ajik, aku bisa menyimpulkan beberapa hal:
Diselesaikan 27 Juli 2015








