Showing posts with label pemikiran kecil. Show all posts
Showing posts with label pemikiran kecil. Show all posts

Sunday, April 3, 2016

Kesederhanaan

Heihoy.. lama banget rasa nya aku ga menulis disini.

Entah mungkin belum ada tarikan di diriku untuk memulai menulis lagi, atau memang aku terperosok dalam ceruk yang menyerap imajinasiku.

Kali ini aku mau membahas tentang kesederhanaan.

Kata ini mungkin kalian elu-elukan untuk dilakukan, tapi banyak faktor yang menghalangi kalian untuk merealisasikannya.

Kesederhanaan tak butuh banyak alasan.

Sebagaimana laron merindukan cercah cahaya. Tak ada keraguan yang membayanginya untuk mendekat ke sumber cahaya, walaupun setelah itu dia akan mati karena terlalu panas, atau sayapnya terlepas.

Sebagaimana dandelion yang merindukan angin. Dia lahir dari bibit yang terbawa angin, tumbuh subur dan kemudian merelakan bunga nya terbang bersama angin untuk mendarat di tempat lain lagi.

Mengapa semua hal perlu kita jadikan rumit?

Ketika kamu teringat seseorang dan merindukannya, tidak ada salahnya untuk segera memulai sebuah percakapan yang menjembatani jarak diantara kalian.

Sebagaimana aku merindukan mu dan ku katakan dengan menatap mu. Mengapa perlu ada ego dan malu. Jika memang itu yang kurasa. Jika memang itu yang kupikir.

Ketika kamu tidak suka dengan perbuatan orang lain pada mu. Berhenti sejenak dan sampaikan padanya apa yang tidak kau sukai. Mengabaikan hal tersebut dan membiarkannya menumpuk dalam pikiranmu hanya menjadi racun kesalahpahaman yang tak kunjung usai. 

Racun tak perlu disimpan, rindu tak perlu disembunyikan.

Hal yang sederhana tidak memerlukan pikiran rumit berkelumit. Hal yang sederhana hanya memerlukan kejujuran dan keberanian untuk mengungkapkannya. 

Hidup sudah cukup rumit untuk dijalani, cukup sederhanakan hal-hal sederhana. Biar mudah kau jalani hari mu.

:)

Diselesaikan di KRL, 030416 setelah tertidur 1 bulan.

Saturday, April 2, 2016

Tidak takut

Bungkamlah maka ku kan berteriak.

Matikanlah suara ku maka ku kan menulis.

Halangkan pilihan ku maka ku kan membuka jalan baru.

Teriakan ku kan menggema.

Tulisan ku kan terbaca.

Jalan ku kan menerobos.

Ada kala aku takut.

Namun lebih banyak alasan untuk tegakkan kepala dan berkata "hanya itu mampu mu?".

Aku tidak takut.

020416

Sunday, March 27, 2016

Acuh

Tak bisa kupalingkan wajah dari mu.

Tak bisa pula ku pergi menyendirikan mu.

Ada pilihan tuk acuh.

Ada pilihan tuk abai.

Namun kuhempas keduanya.

Berkali kulihat semua terulang.

Semusim tenang semusim badai.

Semusim senang semusim melempar kesalahan.

Bukan aku pembuat keputusan.

Bukan aku sebab atas masalah.

Bukan pula aku pemerannya.

Aku hanya penonton.

Yang acap punya pilihan tuk acuh dan abai.

Mana hitam mana putih tersarukan ego setinggi langit.

Beribu pilihan tersapu kata jika.

Hei dia yang berkata paling benar.

Berkaca lah.

Hanya ego berbalut takut yang kamu tawarkan.

Hal semu dianggap kebahagiaan.

Hal nyata dibuang jauh.

Pulang dan buat cerita berbeda pada buku mu.

28 maret 2016

Wednesday, March 23, 2016

Perbaikan Transportasi Umum

Heihoy.. akhirnya aku ada topik bagus yang ok untuk aku tulis di bulan Maret ini.

Saat ini banyak anggapan bahwa transportas publik di Indonesia itu serem, ga menyeluruh, ga aman, sopir ugal-ugalan, dan masih banyak lagi. Hal ini yang menyebabkan banyak orang malas untuk naik transportasi umum.

Aku termasuk salah satu yang lebih sering ke kantor dengan menggunakan transportasi umum. Pilihanku jatuh pada Bus Mayasari Bakti yang melewati jatibening menuju komdak. Banyak pilihan jurusan bus yang bisa aku pilih. Selain tarif yang terjangkau, sepanjang perjalanan aku bisa melanjutkan tidur (dengan syarat dan ketentuan di bus bisa dapat tempat duduk *tapi kalau ga sih semakin lama kita menggunakan transportasi umum, ilmu tidur semakin meningkat *bayangkan pose tidur sambil duduk di pinggiran pintu bus *atau pose berdiri dengan 1 tangan memegang pegangan bus). 

Memang harus kita akui bahwa sampai saat ini pun pengaturan mengenai transportasi umum masih carut marut, belum lagi masalah taxi dan ojek berbasis online yang lagi heboh saat ini. Di satu sisi kenyamanan dan keamanan pengguna tentu yang utama. Kalau transportasi umum belum mau berbenah total jangan salahkan pengguna memilih alternatif lain yang memberikan nilai lebih kepada mereka. Keputusan orang-orang yang menjadi pengguna transportasi umum perlu di apresiasi oleh perusahaan penyelenggara transportasi umum dengan paling tidak menyediakan rasa nyaman dan aman (masa cuma dalam hal mencari pasangan aja yang perlu 2 hal itu ditambah cinta *halah apa sih ndar *abaikan), bukan hanya menaikan tarif angkutan setiap ada kenaikan BBM tanpa perbaikan kualitas pelayanan.

Memang sih, perbaikan demi perbaikan terhadap pelayanan dari penyedia jasa transportasi umum sudah mulai dilakukan. Hal ini aku rasakan sendiri, bagaimana pelayanan saat awal-awal aku mulai menjadi pengguna tetap dengan bus dibanding dengan pelayanan saat ini, berikut beberapa hal yang aku rasakan selama menjadi pengguna transportasi umum khusus nya bus Mayasari Bakti:

1. Penggunaan seragam bagi sopir dan kenek bus.

Dulu tidak semua sopir maupun kenek (kenek itu adalah petugas di bus yang bertugas meminta pembayaran tarif kepada pengguna bus) menggunakan seragam bus Mayasari Bakti. Kenapa masalah seragam menurutku penting. Karena yang dapat memiliki seragam adalah mereka yang memang merupakan karyawan dari Mayasari Bakti. Sopir bus nya memiliki semacam ijin atau kartu pengemudi dari Mayasari Bakti yang ada foto dan masa berlaku nya. Paling tidak sopir adalah orang yang bertanggung jawab apabila terjadi apa-apa (amit-amit *ketok-ketok meja). Hal ini juga untuk menghindari adanya sopir "tembak" (tenang, bapak nya ga tiba-tiba bilang suka ke kamu kok trus tanpa ada kejelasan lanjutan kok *eh kok curcol *sopir tembak itu sopir yang membayar sejumlah uang ke sopir resmi supaya bisa menggantikannya membawa bus) yang biasanya karena kejar setoran jadi lebih tidak hati-hati saat mengemudi .

2. Tarif bus ditempel di berbagai sudut bus.

Saat kita naik bus dan tidak tau berapa tarif yang harus dibayar, biasanya kita akan bertanya dengan kenek saat menagih tarif bus, terkadang jumlah kembalian tidak pas sesuai dengan tarif yang seharusnya. Hal ini tentu saja merugikan pengguna bus. Dengan adanya penempelan tarif yang jelas, tentu saja pengguna bus bisa membayar sesuai dengan tarif yang tertera. 

3. Pembayaran bisa menggunakan cash atau kartu uang elektronik

Pembayaran yang dilakukan oleh pengguna bus Mayasari Bakti dengan menggunakan kartu uang elektronik saat ini masih terbatas pada bus Mayasari Bakti AC05 jurusan Blok M-Bekasi. Kartu uang elektronik yang dapat digunakan pun hanya kartu flash yang dikeluarkan oleh Bank Capek Antri (if you know what i mean). Pada awal kebijakan ini dikeluarkan terdapat diskriminasi harga bagi pengguna bus yang membayar dengan kartu flash dikenakan tarif tetap Rp10.000, sedangkan yang membayar dengan uang cash dikenakan tarif Rp12.000. Walaupun bedanya hanya Rp2.000 (yang adalah 20% dari tarif normal *Cry), bagi kami yang selalu menggunakan bus ini untuk perjalanan pergi pulang, tentu diskriminasi harga ini sangaaaaatttt terasa.

4. CCTV

Hahaha, yap kamu ga salah baca. Tanggal 14 Maret 2016 kemarin saat pulang kantor dan menaiki Mayasari Bakti AC05 dari seberang kantor ku menuju Jatibening, bus yang mengantarku pulang sudah memasang CCTV. Bahkan tidak hanya 1 buah CCTV yang terpasang, melainkan 3 buah CCTV. Wow banget!! CCTV tersebut terpasang di center bagian depan bus, sekitar deret ke 4 sebelah kanan sisi bus, dan sekitar deret ke 10 sebelah kanan sisi bus. Banyaknya kasus kekerasan di bus kota memang menjadi momok tersendiri bagi banyak orang, sehingga mereka mau menggunakan bus atau transportasi umum lainnya. Apalagi bagi pekerja wanita yang harus pulang malam hari, dengan adanya CCTV paling tidak ada sedikit rasa ama di hati. Selama ini kalau aku naik bus di malam hari, aku selalu memastikan  dulu apakah ada penumpang wanita lain atau tidak dan apakah feeling ku mengatakan aku harus naik atau tidak. Kalau tidak, ya lebih baik aku turun dan menunggu bus selanjutnya.

Sebenarnya banyak loo teman-teman pengguna kendaraan pribadi yang ingin beralih menggunakan kendaraan umum. Namun ya perbaikan menyeluruh harus dilakukan oleh perusahaan transportasi umum, tidak hanya menuntut tarif yang naik terus menerus tanpa meningkatkan perbaikan pelayanan. 

Pembangunan transportasi umum yang terintegrasi dengan biaya yang murah tentu jadi impian bagi banyak pihak. Saat ini pemerintah mulai melakukan pembangunan infrastruktur transportasi secara menyeluruh dalam waktu yang hampir bersamaan. Menurutku, hal ini dapat memicu kejenuhan dari pengguna kendaraan pribadi yang setiap hari merasakan kemacetan karena pembangunan tersebut dan beralih menjadi pengguna transportasi umum, ya mungkin hanya untuk sementara waktu. Di sisi lain, saat melakukan pembangunan tersebut, pemerintah juga harus menyiapkan perbaikan layanan transportasi umum sehingga para pengguna sementara tersebut semakin jatuh cinta dan memilih menjadi pengguna tetap. Dengan semakin banyak orang yang akan jadi pengguna tetap transportasi umum, tentu saja kemacetan akibat banyaknya kendaraan pribadi bisa menurun (berikut juga dengan polusi dan konsumsi BBM). Pembangunan selesai, sarana transportasi umum terintegrasi juga selesai, kemacetan berkurang, efisiensi belanja BBM menurun, penurunan stress penghuni ibukota akibat kemacetan pun bisa meningkatkan semangat kerja. Win win solution untuk semuanya. Ya, semoga hal ini bukan hanya imajinasi ku saja yang terlalu tinggi.

Inilah sedikit pandangan ku sebagai pengguna bus mayasari bakti 05. Semoga pelayanan transportasi umum di Indonesia semakin membaik.
Diselesaikan 23 maret 2016

Monday, February 29, 2016

Satu

Sebuah rasa mengendap tanpa tahu sumber nya.

Sesak dirasa takkala tatapan bertemu.

Sesak pun dirasa takkala akan berpisah.

Aku merindukanmu wahai Aku yang terbataskan ilusi mata.

Kuungkapkan rindu dalam kata yang berbalas tatapan hangat.

Seolah kembali pulang dari perjalanan panjang.

Penantianku terbayar.

Seolah hanya pergi bermain dalam kegelapan ketidaktahuan.

Kesabaran terpatri menjaga dalam jarak.

Kita satu.

-bekasi. 29 februari 2016-

Monday, January 4, 2016

Kisah tak berbunyi

Kuibaratkan kisah ini sebagai kisah tak berbunyi.

Sunyi tapi tak sepi.

Riak yang tersapu tertutup kabut yang menyelimutinya.

Bukan karena kamu.

Aku lelah berbunyi.

Gema yang tercipta mengalun terlalu jauh tak tertahan.

Tak semua hal perlu dibunyikan.

Tak semua hal perlu diteriakan.

Dalam diam kita bercakap.

Dalam diam kita memulai.

Menikmati lakon dalam film bisu
BKPM, 5 Januari 2015

2016

Tinta cerita apa yang telah aku goreskan dalam 4 lembar pertama buku hidup 2016 ku.

Kuingat angan ku di awal 2015.

Tak semua nya menjadi nyata.

Kejutan demi kejutan menghampiri ku menggantikan angan yang kuharapkan.

Kejutan yang menggores simpul senyum di bibirku dan ada pula kejutan yang mengalirkan tetesan air di pelupuk mata ku.

Lalu apa guna nya aku menulis angan yang ingin aku capai di 2016.

Mungkin hanya sekedar pengingat kecil di sudut hati.

Atau mungkin pecut yang menyemangati ku untuk berlari mewujudkannya.

Aku tahu apa yang ku mau.

Aku pun tahu langkah apa saja yang harus aku persiapkan.

Rantai pembelenggu ku telah kusingkirkan.

Hei.. apakah memang selama ini ada rantai itu, atau aku saja yang berpikir bahwa kaki ku dirantai?

Aku ingin begini. Aku ingin begitu.

Aku akan mewujudkannya.

Entah di 2016 ini atau di tahun berikutnya.

-041215-
Home sweet home

Wednesday, December 30, 2015

Akhir 2015

Heihoy.

detik melangkah menuju pergantian tahun semakin berjalan dengan cepatnya.

apa arti 2015 untuk mu?

makna 2015 ku sampai dengan tengah tahun telah ku tuliskan dalam Juni 2015 (klik)

banyak hal yang terjadi dalam semester kedua 2015 ku kali.

1 hal yang pasti, perjalanan yang terangkai di tahun ini adalah akibat dari pilihan-pilihan yang dibuat sebelumnya.

rangkaian rantai sebab akibat mewarnai tahun ku ini.

tak ada hal yang dapat ku sesali, karena Tuhan begitu baiknya memberikan ku kepingan rantai terbaik yang dapat diberikannya.

aku bertemu dengan kamu.

kepingan mu pun tidak datang dengan begitu saja.

kepingan mu menenangkan, menjadi percabangan yang datang dari pilihan-pilihan sarat berbagai emosi.

tenang laksana malam yang datang, menyelimuti dengan sebaran bintang yang teduh.

rantai ku pun berjalan lagi.


terima kasih 2015, selamat datang 2016. kejutan apa yang akan Engkau berikan pada ku tahun depan.

image

Selamat menikmati detik demi detik yang melangkah.
31 Desember 2015

Perlambatan waktu

Dalam satu hari kita semua merasakan 24 jam yang sama.

Tapi apakah kita menikmati waktu yang berjalan dengan kenikmatan yang sama?

Terkadang aku merasa 24 jam itu lambaaatt sekali.. detik yang berjalan seakan mengatakan semakin kamu mengejar ku akan ku lambatkan langkah yang kuambil, ingin mati rasanya menunggu tiap detik mu.

Terkadang pun aku merasa 24 jam itu terlalu cepat berlalu. Pagi yang datang telah berganti pagi lainnya dengan sekejap mata, tak puas rasanya merasakan mu berlalu.

Bertemu dengan kamu pun juga telah merampas kenikmatan merasakan waktu.

Ketika mata kita saling bertemu rasanya detik ku menolak untuk bergerak. Berhenti. Semua dunia terdiam bersama ku. Terserap dalam lubang hitam yang menghilangkan segala waktu dan kemungkinan. Konspirasi apa yang kalian perjanjikan sebelumnya, mengapa sampai detik ku pun menolak menemani ku.

Begitu pula ketika lambaian tangan terakhir kita terangkat sesaat sebelum kita harus berpisah dalam sebuah pertemuan. Waktu ku yang sebelumnya berkhianat dengan berhenti, sekarang seolah menikam ku dengan berpindah secepat kilat. Melesat. Meninggalkan lompatan waktu yang tiba-tiba bergerak tanpa kusadari.

Kamu.

Ya.

Waktu ku bergerak lambat dengan cepatnya ketika kita bertemu. Menciptakan kenangan yang terlukiskan dalam kecepatan cahaya dan tersimpan dalam kotak ingatan.

Bersama mu.

Waktu mu. Waktu ku.

Aku merasa terhisap dalam perlambatan waktu. 

Aku merasa terhempas dalam percepatan waktu.


waktu....
29 Desember 2015

Saturday, November 28, 2015

Mengeluh

Heihoy..

Pasti ada suatu hari dimana kita pengeeeennn banget ngeluh dengan segala hal yang terjadi dalam hidup ini.

Kenapa jalanan macet.
Kenapa siang panas banget.
Kenapa ujan terus.
Kenapa ac ruangan ga dingin.
Kenapa ruang kerja dinging banget.
Kenapa aku single.
Kenapa pacar aku nyebelin.
Kenapa gajian cepet menguap.
Kenapa ga ada kerjaan.
Kenapa lembur terus.
Dan banyaaaakkk lagi.

Tapi pernah ga sih kalian tuh mikir.
Tuhan itu baik banget loo udah melimpahkan segala hal baik di diri kita hari ini, eh saat ini.

Masih bisa bernapas.
Masih punya kerjaan.
Masih bisa tinggal dirumah yang nyaman.
Masih ada ortu dan saudara yang sehat dan sayang kita.
Masih ada pacar yang ngertiin kita.
Masih ada temen-temen seru yang bikin senyum terus.
Masih bisa makan 3x sehari.
Masih punya lemak di perut *loh*

Lalu kenapa mesti mengeluh?
Coba liat sekeliling kamu.
Apakah mereka seberuntung kamu?
Kalau tidak, coba pikir apa yang bisa kamu bantu buat dia.
Ga harus materi kok, kadang dengan mendengarkan dan membantu memberi solusi kita sudah meringankan dia.

Lalu kenapa mesti mengeluh?
Rejeki udah diatur sebaik-baiknya oleh Tuhan.
Kalau rejeki itu ga datang ke kamu, mungkin karena rejeki itu ga baik buat kamu.
Kalau orang lain yang dapet rejeki itu, ya memang itu jatah dia.
Ga usah iri, ga usah mengeluh.

Hidup itu udah keras, jadi jangan ditambah dengan keluhan-keluhan yang bikin kamu pusing sendiri.
Dinikmati aja, toh hidup cuma 1x. *kan konsep reinkarnasi beda kehidupannya *heya dibahas *ok skip.

Semangat yaa kalian.. God Bless ♥

Rumah-28 Nov 2015

Saturday, November 21, 2015

Abai

Terkadang kita perlu menjadi abai.

Entah itu kepada orang lain maupun kepada pikiran-pikiran kecil di kepala.

Bukan berarti kita tak peduli.

Abai berarti memilih untuk menahan langkah atau menahan ucap.

Abai berarti membuktikan solusi nyata tanpa banyak teori.

Abai tak mudah dilakukan.

Namun dengan sedikit abai masalah kecil tak terlihat dan masalah besar pun tak membebani.

-suatu jalan di jakarta timur-
221115

Thursday, November 19, 2015

Kisah #DuaPuluhEnam

Heihoy..

DuaPuluhNovemberDuaRibuLimaBelas dan kisah tentang #DuaPuluhEnam.

#DuaPuluhEnam adalah kisah tentang perubahan.

Perubahan diri dari praktisi menjadi abdi negara.

Perubahan dari berdua, sendiri, dan kemudian menjadi berdua lagi.

#DuaPuluhEnam adalah kisah tentang pembelajaran.

Bagaimana mengintrospeksi cara bersikap dalam keluarga, lingkar pertemanan, lingkar pekerjaan, dan hubungan dengan orang terkasih.

Bagaimana belajar memahami hal-hal baru yang datang pada hidup, serta mencari hobby baru yang bermanfaat.

#DuaPuluhEnam adalah kisah tentang memulai.

Perjalanan baru di tempat baru.

Perjalanan baru dengan orang baru.

Ini kisah #DuaPuluhEnam ku.


-BKPM, DuaPuluhNovemberDuaRibuLimaBelas-

Monday, November 16, 2015

Penahan

Bagai ombak yang terpecah karang.

Bagai angin yang tertahan tembok.

Bagai sinar yang tertutup bayangan.


Kamu adalah penahan ku.


Hempasan ku mungkin terlalu besar.

Hembusan ku mungkin mematahkan.

Cahaya ku mungkin membutakan.


Kamu adalah penahan ku.

Penyeimbang agar dunia ku tetap berputar.


Kamu adalah pendukung ku.

Penunjuk saat aku kehilangan arah.


Kamu adalah sumber semangat ku dan rumah ku.

Pulau Rambut, 2012


16 November 2015

Monday, November 9, 2015

Satu langkah

Satu langkah tak mendekatkan.

Satu langkah pemberi jarak.

Jarak berhiaskan ruang kosong.

Ruang yang terisi angin.

Berhembus kemana kaki berpijak.

Semakin mendekat atau menjauh.



Satu langkah tak menjauhkan.

Satu langkah pemberi harapan.

Harapan berhiaskan untaian impian.

Impian yang terisi kisah.

Menguntai kemana mata memandang.

Semakin menjauh atau mendekat.


Satu langkah bertambah beriringan

Satu langkah menjadi kenangan.

Terabadikan jejak yang tertinggal.

Memberi makna pada pilihan.

Kala tangan terpaut langkah.

Segala gundah hilang sirnah.


Home sweet home
Diselesaikan 9 november 2015




Sunday, October 18, 2015

Senyum

Ketika jejak langkahmu terhapus oleh sapuan ombak.

Ingatlah tujuan yang ingin dicapai.

Ketika bahkan kita lupa apa tujuan yang ingin dicapai.

Ingatlah alasan mengapa engkau melangkah.

Banyak alasan yang dapat tercipta.

Namun lebih banyak pula hal yang membuat kita lupa.

Tersenyumlah.

Paling segala hal dapat lebih ringan dengan tersenyum.


-BKPM, 19 Oktober 2015-


Friday, September 18, 2015

Temali

Tali temali yang saling menyimpul.

Bukan mengikat tapi menjaga.

Bukan mengekang tapi mendekatkan.

Tali temali bukan tembok penghalang.

Tapi semangat melangkah maju.

Tapi pengingat jalan pulang.

Tali temali ini terdiri atas kepercayaan dan pengharapan.

Karena derap langkah yang tercipta semakin dekat seirama.

Karena tujuan sudah ditetapkan.

Karena simpul apa yang akan terbentuk tercipta seiring perjalanan yang menempa.

-Home sweet home♥-
18 September 2015

Tuesday, September 1, 2015

Bandara

Heihoy
Kali ini aku mau membahas tentang suasana di Bandara.
*ceritanya efek abis jemput mama di Bandara, untuk pertama kalinya, sendirian*.

Ada berbagai tipe emosi yang diperlihatkan oleh orang-orang yang ada di Bandara. Emosi yang terpancar di terminal kedatangan dan terminal keberangkatan berbeda. Berbeda pula emosi yang dipancarkan oleh orang yang akan berangkat maupun kerabat yang mengantar. Yang jelas semuanya menarik untuk dibahas.

Ada rasa senang yang dipancarkan mungkin karena mereka akan pergi bersama-sama untuk berlibur, atau bertemu dengan keluarga yang lama tak bersua, atau mungkin mau bertemu dengan kekasih yang lama terpisahkan jarak. Pancaran mata nya berbeda, ada binar-binar kebahagiaan *macam pancaran mata bonel monel pas ngeliat gw pulang ke rumah hihihi*.

Perasaan sedih yang terpancar mungkin karena keberangkatan mereka disebabkan ada kerabat yang berpulang atau mungkin karena harus meninggalkan keluarga atau kekasih untuk pergi ke suatu tempat yang jauh dalam waktu yang cukup lama,

Sedangkan bagi mereka yang akan melakukan perjalanan bisnis mungkin akan memancarkan perasaan percaya diri bahwa deal-deal bisnis yang akan mereka buat akan berhasil, mungkin saja malah perasaan gugup karena membayangkan bagaimana harus mempresentasikan hasil kerja mereka di depan klien atau atasan mereka, atau bisa juga perasaan sedih karena harus pindah ke daerah lain karena tugas kerja.

Gungde, April 2015
Di terminal keberangkatan ini bisa ku temui anak usia sekolah yang bersemangat sekaligus sedih membayangkan tempat baru yang akan menjadi "rumah"nya untuk beberapa tahun ke depan, rumah dimana tidak ada keluarga mereka yang akan menjaga mereka, rumah dimana impian mereka akan terwujud, dimana perjuangan meraih cita-cita akan dimulai.

Di sisi lain, tampak orang tua, saudara dan kerabat mereka yang penuh semangat dan berusaha menutupi rasa sedih akan berpisah dengan mereka. Foto-foto yang diambil akan menjadi awal dari perjalanan mereka. Pelukan dan ciuman terakhir diberikan sebelum mereka beranjak masuk ke dalam terminal keberangkatan. Lambaian tangan mengayun di udara, berjalan mengikuti mereka hingga lambaian terakhir tertutup oleh tembok Bandara. Air mata pun kemudian semakin mengembang di pelupuk mata seiring dengan langkah yang menjauh.

Prana, Februari 2015
Kisah lain yang tampak di Bandara ketika seorang sahabat yang mengantarkan sahabatnya untuk kemudian kembali ke rumah setelah menyelesaikan studi nya. Percakapan mereka tentang impian yang akan dicapai masing-masing tak kala bertemu di tahun selanjutnya, tentang bagaimana mereka akan berkomunikasi walau terpisah pulau, tentang undangan yang akan mereka kirimkan satu sama lain, tentang rencana untuk tetap merantau ketika jalannya akan terbuka.

Langkah tegap diambilnya ketika terdengar panggilan untuk penerbangannya. Lambaian tangan pun bersambut punggung yang berbalik memasuki terminal keberangkatan. Semua demi menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, begitu katamu sebelumnya.

Kisah lain pun tampak di terminal kedatangan.

Di sini kita bisa melihat orang-orang dengan beragam karakter. Mereka yang membawa berbagai dus oleh-oleh seragam yang menandakan kota yang telah mereka pijak. Mereka yang disambut riang gembira, dihujani pelukan dan ciuman dari suami/istri, anak dan kerabat. Mereka yang terburu-buru mengejar taxi yang tersedia agar tidak terlambat sampai ke tujuannya. Mereka dengan wajah bingung karena baru menginjakan kaki untuk pertama kalinya pada kota tersebut. Mereka yang bersuka ria karena akan menghabiskan waktu dan menjalankan rencana liburan yang sudah dibuatnya. Mereka yang bersungut-sungut karena terlambat dijemput.

Mereka yang kembali bersatu setelah dipisahkan oleh jarak dan waktu.

Kisah di Bandara terlalu lucu untuk diingat.

Ya, karena semua kisah memiliki cara untuk dikenang.

-diselesaikan di BKPM, 1 September 2015-

Terminal 2E, Juni 2015

Wednesday, August 26, 2015

Database Peraturan

Heihoy.

Kali ini aku mau membahas hal yang agak serius.

Mengingat pekerjaan ku sekarang yang berkaitan erat dengan peraturan perundangan jadi kali ini aku akan membahas tentang pentingnya sebuah lembaga pemerintahan memiliki yang namanya database peraturan perundangan.

Di BKPM sendiri kami sudah memiliki yang namanya Jaringan Data dan Informasi Hukum (JDIH) dengan alamat laman: www.peraturan.bkpm.go.id/jdih. Sebenarnya setiap kementerian dan lembaga negara non kementerian diwajibkan untuk memiliki JDIH untuk memudahkan penyebaran dan akses informasi dan peraturan terbaru yang diterbitkan.

JDIH BKPM tidak hanya memuat peraturan yang diterbitkan oleh Kepala BKPM, namun juga peraturan lainnya yang menyangkut bidang penanaman modal. *secara ya pelaksanaan kerja BKPM itu sangat berkaitan erat dengan kementerian/lembaga lain*.

Aku sendiri merasakan manfaat adanya JDIH *bukan hanya JDIH milik BKPM, tapi juga JDIH milik kementerian/lembaga lainnya*, terutama ketika harus rapat dan membutuhkan melihat peraturan yang telah dikeluarkan sebelumnya sebagai referensi. JDIH memudahkan pencarian tersebut. Ya memang kita bisa saja googling peraturan tersebut dan voila ketemu lah peraturan yang kita cari. namun terkadang ada beberapa peraturan tidak dimunculkan di dunia maya dengan alasan-alasan tertentu. *ya agak susah sih masalah hal ini, ketika keterbukaan dan akuntabilitas vs rahasia negara*.

Namun hal yang agak disayangkan yaitu JDIH yang dikelola masih belum tersinkronisasi. Setiap kementerian/lembaga negara yang mengunggah peraturan, peraturan tersebut hanya akan muncul di JDIH masing-masing kementerian/lembaga. Andaikan setiap JDIH itu terkoneksi dengan baik, bisa saja di masa yang akan datang ketika kementerian x mengupload suatu peraturan, maka akan muncul notifikasi kepada seluruh JDIH kementerian/lembaga lainnya, atau mungkin bahkan akan langsung secara otomatis terunggah juga di JDIH lainnya.

Menurut ku selain ada JDIH, seharusnya di kementerian/lembaga ada database offline yang terhubung ke setiap komputer di kementerian/lembaga tersebut. Hal ini mengingat internet di Indonesia kan belum stabil dan tidak setiap kegiatan kita bisa dapat akses internet dengan mudah. Setidaknya dengan adanya database offline penyebaran peraturan bisa lebih mudah.

haha. ya ini sebagian pemikiran kecil ku untuk mempermudah pelaksanaan pekerjaan.

Semangat semuanyaa..

-Diselesaikan di BKPM, 26 Agustus 2015-

Wednesday, August 19, 2015

Karena Semesta itu Mendukung

Bunga tidur yang kau sebut impian itu akan menguap sekejap mata ketika kau memilih untuk terdiam.

Langkah pertama yang diambil memang tak kan mudah.

Namun ketika kau mulai melangkah, seketika itu pula kita bisa melihat perubahan dalam cara pandang kita. 

Perhitungan dan strategi yang kau bangun pun akan roboh ketika kamu hanya membayangkan segala terjadi.

Mengapa harus takut bermimpi?
Mengapa harus takut melangkah?

Segala kemungkinan itu ada.
Segala langkah bisa terjadi.

Namun bagaimana bisa kita tahu apa yang akan terjadi bila kita tak mulai mencoba?

Karena Semesta itu Mendukung semua hal yang kau impikan.

Segala keputusan ada di tangan mu. 
Apakah kau hanya kan bermimpi atau mulai melangkah.

Kali ini. Aku berani melangkah karena ku yakin Semesta itu Mendukung ku.


Diselesaikan 24 Agustus 2015

Sunday, July 26, 2015

Menikah (menurut pandanganku) 4

Tulisan sebelumnya:
1. Menikah (menurut pandanganku) 1
2. Menikah (menurut pandanganku) 2
3. Menikah (menurut pandanganku) 3

Heihoy.

Pembahasan tentang kata "Menikah" memang tidak ada habisnya.

Di tulisan sebelumnya aku membahas tentang masalah "Keyakinan", kalau di tulisan ini aku akan membahas nasihat yang diucapkan oleh Ajik (ayahku) beberapa minggu lalu yaitu:
"Carilah pasangan orang yang tidak sempurna, tapi yang bisa menyempurnakan mu dan kamu bisa menyempurnakannya. Kalau mencari orang yang sempurna dia akan merasa cukup dengan dirinya sendiri"  - A.A. Ngr. Oka Muliawan, 2015 -
Memang di keluarga ku kita terbiasa melakukan diskusi tentang berbagai hal. Tapi tumben pembahasan tentang hal ini mampu membuat ajik mengeluarkan kata-kata mutiaranya hehe.

Berdasarkan kata-kata ajik, aku bisa menyimpulkan beberapa hal:

Menikahlah dengan orang yang akan meninggikan dirinya, kamu dan keluarga kalian. Yang akan melihat hal baik dalam setiap kejadian. Yang memiliki visi dan misi yang jelas tentang hidupnya. Yang pekerja keras dan bertanggung jawab. 

Menikahlah ketika kalian siap. Siap dengan segala konsekuensi pernikahan. Siap berkomitmen dengan pilihan yang dibuat. Siap mengkomunikasikan impian kalian dan berusaha mewujudkannya bersama. Siap untuk menjalani hidup baru bersama.

Menikah itu tentang saling melengkapi ibarat jemari yang ditautkan. Saling menyemangati dikala salah satu merasa ingin menyerah. Saling menahan dikala emosi mulai meningkat. Saling mengingatkan dalam pengambilan setiap keputusan. 

Saling menyempurnakan. :)

Terima kasih ajik nasehatnyaa ♥♥


Diselesaikan 27 Juli 2015