Showing posts with label perjalanan. Show all posts
Showing posts with label perjalanan. Show all posts

Wednesday, December 30, 2015

Akhir 2015

Heihoy.

detik melangkah menuju pergantian tahun semakin berjalan dengan cepatnya.

apa arti 2015 untuk mu?

makna 2015 ku sampai dengan tengah tahun telah ku tuliskan dalam Juni 2015 (klik)

banyak hal yang terjadi dalam semester kedua 2015 ku kali.

1 hal yang pasti, perjalanan yang terangkai di tahun ini adalah akibat dari pilihan-pilihan yang dibuat sebelumnya.

rangkaian rantai sebab akibat mewarnai tahun ku ini.

tak ada hal yang dapat ku sesali, karena Tuhan begitu baiknya memberikan ku kepingan rantai terbaik yang dapat diberikannya.

aku bertemu dengan kamu.

kepingan mu pun tidak datang dengan begitu saja.

kepingan mu menenangkan, menjadi percabangan yang datang dari pilihan-pilihan sarat berbagai emosi.

tenang laksana malam yang datang, menyelimuti dengan sebaran bintang yang teduh.

rantai ku pun berjalan lagi.


terima kasih 2015, selamat datang 2016. kejutan apa yang akan Engkau berikan pada ku tahun depan.

image

Selamat menikmati detik demi detik yang melangkah.
31 Desember 2015

Tuesday, September 1, 2015

Bandara

Heihoy
Kali ini aku mau membahas tentang suasana di Bandara.
*ceritanya efek abis jemput mama di Bandara, untuk pertama kalinya, sendirian*.

Ada berbagai tipe emosi yang diperlihatkan oleh orang-orang yang ada di Bandara. Emosi yang terpancar di terminal kedatangan dan terminal keberangkatan berbeda. Berbeda pula emosi yang dipancarkan oleh orang yang akan berangkat maupun kerabat yang mengantar. Yang jelas semuanya menarik untuk dibahas.

Ada rasa senang yang dipancarkan mungkin karena mereka akan pergi bersama-sama untuk berlibur, atau bertemu dengan keluarga yang lama tak bersua, atau mungkin mau bertemu dengan kekasih yang lama terpisahkan jarak. Pancaran mata nya berbeda, ada binar-binar kebahagiaan *macam pancaran mata bonel monel pas ngeliat gw pulang ke rumah hihihi*.

Perasaan sedih yang terpancar mungkin karena keberangkatan mereka disebabkan ada kerabat yang berpulang atau mungkin karena harus meninggalkan keluarga atau kekasih untuk pergi ke suatu tempat yang jauh dalam waktu yang cukup lama,

Sedangkan bagi mereka yang akan melakukan perjalanan bisnis mungkin akan memancarkan perasaan percaya diri bahwa deal-deal bisnis yang akan mereka buat akan berhasil, mungkin saja malah perasaan gugup karena membayangkan bagaimana harus mempresentasikan hasil kerja mereka di depan klien atau atasan mereka, atau bisa juga perasaan sedih karena harus pindah ke daerah lain karena tugas kerja.

Gungde, April 2015
Di terminal keberangkatan ini bisa ku temui anak usia sekolah yang bersemangat sekaligus sedih membayangkan tempat baru yang akan menjadi "rumah"nya untuk beberapa tahun ke depan, rumah dimana tidak ada keluarga mereka yang akan menjaga mereka, rumah dimana impian mereka akan terwujud, dimana perjuangan meraih cita-cita akan dimulai.

Di sisi lain, tampak orang tua, saudara dan kerabat mereka yang penuh semangat dan berusaha menutupi rasa sedih akan berpisah dengan mereka. Foto-foto yang diambil akan menjadi awal dari perjalanan mereka. Pelukan dan ciuman terakhir diberikan sebelum mereka beranjak masuk ke dalam terminal keberangkatan. Lambaian tangan mengayun di udara, berjalan mengikuti mereka hingga lambaian terakhir tertutup oleh tembok Bandara. Air mata pun kemudian semakin mengembang di pelupuk mata seiring dengan langkah yang menjauh.

Prana, Februari 2015
Kisah lain yang tampak di Bandara ketika seorang sahabat yang mengantarkan sahabatnya untuk kemudian kembali ke rumah setelah menyelesaikan studi nya. Percakapan mereka tentang impian yang akan dicapai masing-masing tak kala bertemu di tahun selanjutnya, tentang bagaimana mereka akan berkomunikasi walau terpisah pulau, tentang undangan yang akan mereka kirimkan satu sama lain, tentang rencana untuk tetap merantau ketika jalannya akan terbuka.

Langkah tegap diambilnya ketika terdengar panggilan untuk penerbangannya. Lambaian tangan pun bersambut punggung yang berbalik memasuki terminal keberangkatan. Semua demi menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, begitu katamu sebelumnya.

Kisah lain pun tampak di terminal kedatangan.

Di sini kita bisa melihat orang-orang dengan beragam karakter. Mereka yang membawa berbagai dus oleh-oleh seragam yang menandakan kota yang telah mereka pijak. Mereka yang disambut riang gembira, dihujani pelukan dan ciuman dari suami/istri, anak dan kerabat. Mereka yang terburu-buru mengejar taxi yang tersedia agar tidak terlambat sampai ke tujuannya. Mereka dengan wajah bingung karena baru menginjakan kaki untuk pertama kalinya pada kota tersebut. Mereka yang bersuka ria karena akan menghabiskan waktu dan menjalankan rencana liburan yang sudah dibuatnya. Mereka yang bersungut-sungut karena terlambat dijemput.

Mereka yang kembali bersatu setelah dipisahkan oleh jarak dan waktu.

Kisah di Bandara terlalu lucu untuk diingat.

Ya, karena semua kisah memiliki cara untuk dikenang.

-diselesaikan di BKPM, 1 September 2015-

Terminal 2E, Juni 2015

Thursday, June 18, 2015

Petualangan 2013 (2) - Edisi Jogjakarta

Kisah sebelumnya Petualangan 2013 (1)..

".... Setelah makan malam dan berpamitan, sebelum acara peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia, 8 orang itu pun melanjutkan perjalanan ke Jogjakarta.....

Masih di tanggal 15 Agustus 2013

Pukul setengah 8 malam, dengan mengendarai 4 buah motor kami, 8 anak muda melaju ke Jogjakarta. Malam itu kami tetap menggunakan formasi pasangan seperti saat kami naik ke Dusun Ceto, Ndari berpasangan dengan Bun, Acen dengan Kak Indri, Bangcep dengan kak Wiwin dan mas Alam dengan mas Hendri. Kami pun bergegas menuruni perkebunan teh di kaki Gunung Lawu yang basah akibat hujan diiringi kabut tipis serta hembusan dinginnya angin malam.

Perjalanan menuju Jogjakarta diawali dengan gerimis hujan yang mengguyur kawasan Dusun Cetho setengah jam sebelum kami berangkat, bocornya ban motor mas Alam di daerah jalan Solo Baru, dan terjebak hujan yang lumayan lebat di daerah Delangu. Mungkin karena suhu di Dusun Ceto lebih dingin saat perjalanan pulang kami tidak terlalu merasakan dingin, bahkan Ndari sempat menggulung celanannya untuk menghindari basah terkena cipratan genangan di jalanan walaupun pengendara motor lainnya memandang dengan tatapan aneh sembari merapatkan jaketnya. *hei bung, ga kerasa dingin sama sekali loooo ini*

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam, dengan perut lapar sampailah kita di Jogjakarta. 3 motor yang ditumpangi Ndari dan Bun, Acen dengan Kak Indri, Bangcep dengan kak Wiwin langsung menuju rumah Mirah, sedangkan motor yang membawa mas Alam tidak ikut serta ke rumah Mirah karena langsung mengantar mas Hendri ke hotelnya. Malam itu Ndari, kak Wiwin, kak Indri dan Bun menginap di rumah Mirah, untung saja Mirah masih sabar menanti kedatangan kami. Setelah para lelaki berpamitan pulang Ndari, kak Wiwin, kak Indri dan Bunkarni membersihkan diri dan beristirahat.

16 Agustus 2013

Setelah beristirahat, sarapan, membongkar baju kotor untuk kami taruh di laundry di dekat rumah Mirah dan bercengkrama dengan keluarga Mirah, dengan mobil pinjaman dari Mirah, 4 perempuan pun pergi bertualang kota Jogjakarta dengan pegal di seluruh badan *terutama saat menuruni anak tangga*. Tujuan pertama kami tentu saja ke tempat pijat, dengan mengandalkan ingatan yang ada kami pun berencana untuk pijat di dekat Jalan Kaliurang kilometer 5,5. Namun ternyata tempat pijitnya sudah tutup, alhasil kami pindah menuju Mall Galeria. Saat di tempat pijat kami berempat pun menahan diri untuk tidak berteriak walaupun tenaga yang digunakan mbak-mba yang memijat kami tidak maksimal. Maklum perjalanan naik gunung kemarin adalah pengalaman pertama 4 perempuan ini, dan adrenalin rush yang kami rasakan sudah perlahan menghilang, jadi mulai terasa tegangnya seluruh otot kami.

Bun, Ndari, Prana dan kak Indri, Muka gosong tapi happy
Setelah itu kami pun beranjak ke Mirota Batik, pertokoan di Jalan Malioboro dan Pasar Bringharjo untuk membeli oleh-oleh. Setelah puas berbelanja, kami beranjak menuju Angkringan Tugu yang terletak di utara dari Jalan Malioboro. Disini kami bernostalgia dengan keramahan para penghuni Jogjakarta dan se-selow-an kehidupan *aku selalu jatuh cinta pada 2 hal ini di Jogjakarta*.

Seorang sahabatku Parno (nama aslinya Prana Vindayata Pendit, Parno itu nama panggilan sayang dari anak-anak KMHD UGM hehe) yang sedang berlibur juga ke Jogjakarta ikut serta makan malam bersama dengan kami. Parno pun akhirnya sepakat untuk ikut pada petualangan kami keesokan harinya.

17 Agustus 2013

Pukul 07.00 kami telah bersiap di rumah Mirah untuk melakukan petualangan goa, sungai, pantai kami pada hari ini. Yap, hari ini kami akan pergi ke Goa Pindul untuk melakukan cave tubing dan susur sungai serta jalan-jalan di Pantai _____ *lupa nama pantainya, dear team please help me*.

Sekitar jam 07.30 kami pun berangkat menggunakan mobil Elf sewaan yang akan mengantarkan petualangan kami hari ini. Peserta petualangan kali ini yaitu: Ndari, Kak Indri, Kak Wiwin, Bun, Mirah, mas Hendri, Acen, BangCep, Parno, Rina (Maria Rosarina, teman KKN ku). Perjalanan kali kalau diibaratkan MLM *Multi Level Marketing* mungkin Ndari akan jadi Top Leader karena peserta yang ikut adalah teman ke-1 atau ke-2 Ndari. *hahaha inilah serunya ketika bisa berteman dengan teman dari teman kalian*
Team 17 Agustusan (minus mas Hendri yang fotoin)

Setelah menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam akhirnya kami sampai di Goa Pindul, untungnya aku sudah melakukan melakukan reservasi sebelumnya sehingga kami tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapat giliran bermain. Kami pun berganti baju dan menaruh barang di loker, kami diberi pengarahan singkat sembari memakai life vest dan mengambil ban *benar-benar ban dalam mobil dengan tambalan disana-sini* yang akan menjadi alat transportasi kami saat cave tubing, kami bersiap untuk naik ke mobil pick up yang akan mengantar kami menuju pit stop pertama untuk memulai cave tubing.
sebelum mulai berbasah ria~
ayo mulai!!
Di pit stop pertama, kami turun dan membawa ban kami masing-masing dan berjalan menyusuri beberapa anak tangga *dengan kaki yang masih belum kembali seperti sedia kala, anak tangga ini menyiksa banget* dan sampailah kami di bibir goa pindul. kami pun duduk di ban dan mulai menyusuri sungai di dalam goa pindul. Karena jumlah kami 10 orang, rombongan kami diantar oleh 2 bapak-bapak tangguh *aku lupa nama bapak-bapaknya*. 1 bapak bertugas menjelaskan tentang goa pindul, 1 lagi bertugas untuk mengatur lalu lintas ban kami agar tetap pada jalurnya. Dalam 1 hari bapak ini dapat mengantar 3-4 tamu ke dalam goa pindul, ga kebayang deh berapa banyak rokok. teh panas dan tolak angin yang harus mereka minum tiap harinya demi menjaga agar badan mereka tidak kedinginan.

mulai memasuki Goa
pemandangan menjelang titik lubang di atas goa Pindul
Saat kami memasuki ujung goa, dari lubang diatas goa terlihat 2 buah bendera Merah Putih yang sengaja digantungkan, spontan kami menyanyikan lagu "Indonesia Raya" *saat kami melihat jam ternyata saat itu tepat jam 10 pagi, tepat saat Proklamasi dibacakan. Aaaakk makin terharu :")*. Suasana saat itu sangat mengharukan, kami membuat lingkaran dengan saling bergandengan tangan di bawah sang Merah Putih. Setelah kami selesai menyanyikan lagu Indonesia Raya, kami pun berfoto bersama di pinggir goa *Thanks mas Hendri udah mau fotoin kami*.

saat menyanyikan "Indonesia Raya"
Merdeka!!
Di sisi kanan goa terdapat sisi tebing goa setinggi 5 meter yang memungkinkan kami untuk melompat ke dalam sungai. Dengan tetap menggunakan life vest kami pun mulai lompat dari tebing ke sungai satu persatu. Mas Hendri pun dengan sigap mengabadikan momen seluruh tim. *terima kasih banyaaaakk buat mas Hendri, fotografer handal yang dengan sukarela menjabat sebagai fotografer khusus  untuk mengabadikan semua moment petualangan kita*

Mirah, calon pengantin (saat itu) yang tetap berani loncat
Setelah puas melompat, kami pun melanjutkan perjalanan ke pit stop kedua dengan menggotong ban melewati persawahan. Setibanya di bibir sungai, bapak yang mengantar kami pun menginstruksikan kami untuk duduk lagi di ban *lebih tepatnya kami berjemur sembari mengapung menggunkan ban*. Sepanjang aliran sungai kami semua mengeluarkan gombalan yang sesuai dengan suasana yang ada, mulai dari gombalan gunung, sungai, gua dan lainnya hahaha *harap dimaklumi yaa, waktu itu yang punya pasangan hanya Mirah calon pengantin kami dan mba Rina* *bahkan mirah bahkan udah punya princess Kila hahahaha* *OK SKIP!*.

Dalam perjalanan susur sungai, kami pun mendapat kesempatan untuk melompat lagi, bahkan tebing di susur sungai ketinggiannya mencapai 10 meter. Setelah naik tangga darurat dan sedikit memanjat kami pun sampai di titik lompat. Berhubung tidak ada yang mau memulai lompat, Ndari pun mengajukan diri dan bersiap melakukan lompatan pertama, namun Ndari batal melakukannya hahaha. *entah kenapa kaki seperti ada yang menahan*. Setelah beberapa teman melakukan lompatan barulah Ndari mulai melompat. SERU!!!

Perjalanan pun kami lanjutkan setelah kami semua puas melompat dari tebing, foto-foto dan berbasah ria dibawah air terjun mini. Mengingat kami sudah bosan duduk di ban, kami pun memilih untuk berenang dengan mengandalkan life vest*lebih tepatnya mengapung bersama* sampai ke titik pemberhentian susur sungai, kami pun menghangatkan badan ke warung yang terdapat di pinggir sungai. Yang unik dari warung ini, mengingat tidak jarang wisatawan yang sedang bermain tidak membawa uang, maka pembayarannya dilakukan di titik awal pemberangkatan, kita pun diberikan secarik kertas bertuliskan makanan dan minuman yang kita beli.

Setelah gelas teh panas kosong dan mobil pick up kami tiba, kami pun kembali titik awal pemberangkatan untuk mandi dan makan siang bersama dengan menu "sego abang sayur lombok ijo" alias nasi merah dan sayur cabai hijau. Sayur cabai hijau tidak sepedas yang kita bayangkan loo, ciamik lah pokoknya.

Pengelolaan goa pindul saat ini sudah lebih tertata dibandingkan kedatanganku tahun lalu. Walaupun masih ada beberapa grup pengelolaan *grup-grup tersebut dibedakan berdasarkan warna life vest* semoga semua bisa memberikan efek positif kepada perekonomian warga disekitar dan tidak melalaikan aspek keselamatan dan mengganggu ekosistem di goa pindul.

Selesai bertualang di goa pindul, kami melanjutkan perjalanan ke Pantai KUKUP *MANY THANKS TO ACEN DAN BUN YANG INGET NAMA PANTAINYA * , tapi sebelumnya kami mampir ke tempat oleh-oleh khas gunung kidul. Kak Indri pun turun untuk membeli Belalang Goreng. Yap, belalang yang sudah digoreng kering dan diberi bumbu yang membuat rasanya seperti rempeyek tapi versi agak gimana gitu. hihihi.

Perjalanan dari goa pindul menuju Pantai Kukup ditempuh kurang lebih 45 menit. Di Pantai ini kami tidak main air, mengingat seharian kami sudah main di sungai, jadi setelah puas foto-foto dan membeli air kelapa untuk mengembalikan tenaga setelah terkuras di goa pindul tadi, kami pun segera kembali ke Jogjakarta. *pssstt. jam 9 malam Ndari, Bun, kak Indri dan kak Wiwin harus berangkat ke Semarang untuk melanjutkan petualangan*
Bun, please jangan lompat disini hehe
di Pantai Kukup

Sekitar jam setengah 7 malam kami sudah sampai di rumah Mirah lagi, kami pun memutuskan untuk makan malam bersama di warung makan dekat rumah Mirah. Disinilah kami baru tahu kalau BangCep yang katanya pemakan segala yang ada di darat, laut dan udara ternyata tidak bisa melihat orang lain makan ikan lele, kodok dan ular. Berhubung di tempat makan tersebut ada masakan dari ikan lele dan kodok, Ndari dan kak Indri pun sengaja memesan 2 masakan itu hihihihi.

Setelah selesai makan, kami kembali ke rumah Mirah. Ndari, Bun, kak Indri dan kak Wiwin pun langsung bergegas packing dan berpamitan dengan orang di rumah Mirah. Mirah dan para lelaki pun mengantarkan kami ke tempat penjemputan travel untuk bertolak ke Semarang.

... Perjalanan ke Semarang akan aku tuliskan dalam Petualangan 2013 (3) Semarang... *ternyata harus berlanjut lagi dalam tulisan berbeda hihihi*

Tips trip ke Goa Pindul:
1. Cari info reservasi ke goa pindul, ada banyak situs yang bisa kita jadikan acuan, misal:klik disini atau klik dsini. Usahakan resevasi dulu biar tidak antri.
2. Jangan ke goa pindul saat libur lebaran, libur natal, libur tahun baru, atau libur anak sekolah. karena pasti rame nya bikin ga nyaman untuk menjelajah objek wisata disini.
3. Bawa kamera anti air, hei bung. ini wisata air, ga mungkin dong kalian bawa kamera dengan tele 1 meter *lebay*.
4. Enjoy your trip. Melompat dan berteriaklah!!!

Terima kasih untuk Jogjakarta yang selalu membuatku jatuh cinta setiap kali aku menginjakan kaki di kota mu ini.
Terima kasih Mirah dan keluarga yang mau kami repotkan.
Terima kasih Acen, BangCep, mas Alam yang mau menemani petualangan kami.
Terima kasih Parno karena mau keluar dari goa kemalasan mu untuk bergabung dengan kami
Terima kasih Rina karena udah mau join walau kamu hanya kenal aku dan Mirah.
dan Terima kasih banyaaaaakk buat mas Hendri yang udah mau jadi fotografer dalam petualangan ini.
Ditunggu petualangan bersama selanjutnya.

Home sweet home.
Dimulai pada Agustus 2013, diselesaikan Juni 2015.
Karena ketika sebuah perjalanan dituliskan, maka kisah perjalanan itu tidak akan menguap oleh waktu

Hiduplah Indonesa Raya :")


Monday, May 18, 2015

Jogjakarta, 25-26 April 2015

Heihoy..

Akhirnya tiba lagi waktu ku mengisi baterai semangat di dalam tubuh ini. Kayanya emang aku itu ketagihan jalan-jalan deh, bahkan Bun (Bunkarni *teman kuliah, dulu satu kantor, teman galau dan petualangan nekat) dan kak Indri (Anak Agung Sagung Indriani Oka *kakak pertama, teman pertama yang paling cantik tapi bawel),sering bilang kalau uang tabungan ku selama ini sedikit karena selalu habis buat jalan-jalan hahahahaha.

Perjalanan kali ini diwarnai dengan drama dan spontanitas (baca: nekad dan tanpa rencana matang). Bermula dari rencana ku untuk datang ke Reuni Akbar Sanggar Kesenian APAKAH FH UGM dan diperkuat dengan hentakan drama kehidupan *lebay* beberapa minggu sebelumnya, bergegaslah kami membeli tiket yang tersedia. *hanya ada tiket kereta Gajayana jam 17.45*.

Petualangan tentu tidak lengkap kalau tidak ada drama di dalamnya. Drama pertama dimulai dengan aku baru tiba di Gambir 10 menit sebelum kereta berangkat, sedangkan Bun sudah duduk manis menunggu ku dari 1 jam sebelumnya dengan membawa tas berisi ransum makan malam kami. Maklum jumat, 30 April 2015 bertepatan dengan keberangkatan delegasi Konferensi Asia Afrika (KAA) ke Bandung dimana banyak jalan utama yang kena sistem buka tutup. Untungnya aku dapat bapak ojek yang hapal jalan-jalan tikus di Jakarta, kalau ga mungkin aku akan tiba setelah kereta Gajayana nya berangkat *inhale exhale bersyukuuurrr.

8 jam perjalanan kami pun diisi dengan 6 jam curhat, 30 menit makan dan sisanya tidur leyeh-leyeh menahan ngantuk. Sekitar jam 2 pagi kami pun sampai di Stasiun Tugu.

Setelah foto-foto geje di dalam stasiun Tugu ala turis kesasar, aku dan Bun pun beranjak ke samping stasiun Tugu dengan harapan bisa menikmati kehangatan angkringan Tugu yang tersohor. Tapi ternyata hanya ada 1 angkringan yang buka, angkringan lainnya sudah mulai membereskan dagangannya :(
Muka Kucel tapi tetap Semangat

Agenda selanjutnya yaitu aku dan Bun sabar menanti mas rental motor yg akan datang jam 4 di Stasiun Tugu dan minimarket di Jalan Mangkubumi *yang PHP dan baru muncul jam 5 lewat*, menanti kedatangan para junior KMHD ku *yang pada akhirnya pun batal juga :( *, dan berharap dapat menikmati sunrise di Pantai Parangtritis *yang karena rental motor terlambat datang, matahari sudah tinggi dan saat sampai di Parangtritis hujan lebat :"""""( *

*Tips: Banyak rental motor yang ada di sekitar Stasiun Tugu walau subuh belum beroperasi, tapi bapak-bapak ojek disekitaran banyak yang menawarkan jasa serupa kok. Jangan terlalu percaya dengan rental motor online, walau sudah janjian tapi bisa aja terlambat kaya gini :( kan merusak jadwal yang sudah dibuat sebelumnya, nb: rental motor pada baru buka jam 7.*

Alhasil kami baru sampai di Kawasan Pariwisata Parangtritis jam 7 pagi. Kedatangan kami disambut hujan lebat yang membuat kami berteduh sebentar di toko kelontong. Setelah berdiskusi dan mengurungkan niat untuk bermain di pantai, membeli jas hujan plastik seharga Rp5.000,00, berganti sepatu dengan sendal jepit, menggulung celana, membungkus ransel dengan plastik ala kadarnya kami pun sambil melanjutkan perjalanan menuju Sendang Beji.

Sendang Beji terletak kurang lebih 2 kilometer dari Pantai Parangtritis. Akses menuju Sendang Beji sudah cukup baik walau tidak semua beraspal. Pertama kali aku ke Sendang Beji yaitu sehabis upacara Melasti tahun 2009, saat itu kak Indri dan panitia Nyepi Daerah Yogyakarta akan Nunas Tirta ke beberapa mata air dalam rangka pelaksanaan upacara Nyepi di Yogyakarta. Walaupun aku short term memory tapi masih inget dikit lah jalan ke Sendang Beji hehe. Papan petunjuk menuju Sendang Beji sudah dipasang di beberapa tempat, namun di lokasi parkiran kendaraan papan petunjuknya tidak jelas sehingga aku dan Bun sempat nyasar, di lokasi itu pun tidak ada warga sekitar yang dapat memberikan kami petunjuk ke arah Sendang Beji. Kami pun memutuskan untuk kembali ke Kota mengingat hujan yang semakin lebat. *perjalanan duo B yang tanpa rencana matang, sama-sama nekat, bermodal follow me this way jadinya ya gini hehe*

Hujan pun mereda saat kami kembali menuju Kota Yogya, kami pun mampir ke Manding untuk membeli oleh-oleh. Ternyata kak Indri terus menelepon aku dan Bun untuk meyakinkan kami kembali ke Sendang Beji. Setelah sarapan dan mempersiapkan diri kami pun kembali ke Sendang Beji. Ibarat telah mendapat restu, perjalanan kami lancar jaya, matahari bersinar sehingga baju yang tadinya basah kuyub mulai mengering.

Setibanya di parkiran, kami pun bertemu dengan beberapa bapak-bapak dan ibu-ibu yang mulai bekerja. Saat kami bertanya kemana arah yang harus kami ambil, salah seorang bapak petani berbaik hati mengantarkan aku dan Bun untuk menuju ke Sendang Beji. Jalan setapak di pinggir sawah pun kami lalui, kata si Bapak beberapa hari ini hujan deras sehingga jalan menuju Sendang Beji licin, berlumpur dan sawah disekitarnya pun mulai banjir *tapi aku dan Bun tetap meluangkan waktu untuk foto-foto hehe, maklum kami kan jarang liat sawah hehe*.
anak kota ga pernah liat sawah banjir
Sesampainya kami di Sendang Beji kami beramah tamah sebentar dengan juru kunci Sendang Beji sembari mempersiapkan peralatan mandi. Yap, akhirnya kami mandi juga *psssttt.. walau belum mandi dari Jumat tapi kami tetep kece *lipstikan*. Tenang saja, di Sendang Beji sudah disediakan semacam ruangan mandi yang terpisah antara perempuan dan laki-laki. Ruangan nya semacam rumah 4x4 meter dengan sekat pemisah dan pintu di masing-masing ruangan terpisah tersebut. Di dalam ruangan mandi tersebut ada kolam penampungan air dan gantungan baju *ini benda penting*. Air di Sendang Beji segeeeeeerrrr bangeeeetttt. dingin tapi tidak membuat kita menggigil.

wajah habis menerjang hujan dan banjir
Terlepas dari cerita mistis tentang Sendang Beji, aku suka dengan suasana di Sendang Beji yang tenang, asri, dan disini kita bisa menemui sebuah sendang *mata air* yang disekelilingnya terdapat berbagai tempat persembahyangan berbagai agama dan kepercayaan. Di sisi paling kiri terdapat Padmasana untuk persembahyangan bagi yang beragama Hindu, di seberang Padmasana terdapat Mushola untuk umat muslim melakukan sholat, di sisi kanan dari Padmasana terdapat patung Maha Sri Ganesha, kolam kecil dengan patung sepasang pengantin jawa "yang biasa disebut Loro Blonyo", terdapat pula tempat untuk aliran kepercayaan kejawen, dan lainnya. Jogja memang istimewa, tidak ada yang namanya perbedaan, karena semua jalan itu baik dan mengarah kepada Beliau yang menciptakan seluruh Semesta.

*aku tidak sempat foto pemandangan di Sendang Beji, coba kalian googling aja yaaa* *psstt. selain di Sendang Beji, cobalah kalian mampir ke Pantai Ngobaran, di pinggir pantainya juga terdapat tempat persembahyangan berbagai agama dan aliran kepercayaan*

Setelah selesai mandi dan bersembahyang, kami pun membereskan barang-barang kami dan bersiap untuk kembali ke Kota dengan baterai semangat yang sudah penuh. Sesampainya di Kota, aku dan Bun makan siang bersama dengan Dewayu (Dewa Ayu Satria Dewi, adek kecil favorit ku di Jogja *kecup ) di Nasi Jinggo Putera di dekat alun-alun Kidul sekalian memenuhi janji untuk bertemu Dewayu. Ya kangennya sedikit terobati lah, walau ndak bisa melihat sunrise bareng adek-adek KMHD 2010 lainnya.

Mengingat aku harus sampai di Kaliurang jam 1 *dan saat itu waktu menunjukan jam setengah 1* *aaaakkkkk* dan Bunkarni ingin jalan-jalan di Kota Jogja dulu, Bun pun aku drop di Taman Sari dan nantinya akan menyusul ke Kaliurang untuk bergabung dengan aku dan acara Reuni Sanggar Kesenian APAKAH *selamat bertualang Bun*. Aku pun memacu motor sewaan ku ke Kaliurang.

... (cerita bersambung ke Reuni Sanggar Kesenian APAKAH FH UGM)


TIPS:
1. Jalan-jalan dengan spontan itu baik, tapi lebih baik persiapkan rencana perjalanan dengan matang, berikut plan A, B, C dan bahkan plan Z.
2. Siapkan Payung, Jas Hujan dan plastik untuk membungkus ransel, jangan percaya ramalan cuaca tentang hari cerah, karena sekarang cuaca tidak bisa ditebak.
3. Jangan malu bertanya, nyasar itu seru, tapi lebih seru kalau bisa tiba di tiap lokasi yang diinginkan tepat waktu.
4. Begitu sampai di setiap tempat, pejamkan mata sebentar, rasakan setiap hembusan napas, nikmati perjalananmu dan selamat menjelajah keindahan Indonesia.

Next Target: Menjelajah Yogjakarta setiap tahunnya, tahun ini perjalanan Selatan-Utara, Laut-Gunung. Tahun depan perjalanan Selatan-Utara-Barat-Timur :)
Bersiap untuk perjalanan berikutnya!!

-diselesaikan 19 Mei 2015-

Wednesday, May 6, 2015

Reuni Akbar Sanggar Kesenian APAKAH FH UGM 2015

Heihoy.

Pada tanggal 25-26 April 2015, Pengurus Sanggar Kesenian APAKAH FH UGM mengadakan acara Reuni Akbar.

Acara ini awalnya direncanakan berlangsung tanggal 21-22 Februari 2015, penyebaran info mengenai pelaksanaan rencana Reuni Akbar ini hanya beredar secara terbatas sehingga tidak sedikit cah tuwo (red. alumni Sanggar) yang tidak tahu mengenai rencana pelaksanaan reuni akbar.

kumpul cah tuwo dan panitia di Jakarta
Pada bulan Februari, Cah Tuwo yang berada di Jakarta diundang oleh perwakilan panitia dan mantan pengurus sanggar untuk membahas mengenai pelaksanaan acara ini. Pertemuan itu pun menyepakati bahwa acara reuni akbar akan diundur hingga 25-26 April 2015, detail acara pun dibahas bersama pada hari itu. *pertimbangan diundur sampai april agar penyebaran informasi acara bisa maksimal dan cah tuwo bisa mencari tiket dengan harga terjangkau dari jauh-jauh hari*

Pertemuan malam itu pun ditindaklanjuti dengan pembuatan grup Whatsapp Sanggar Kesenian APAKAH FH UGM yang berisi alumni, pengurus dan panitia acara. Sempat ada wacana berangkat bersama dari Jakarta dengan menyewa 1 gerbong kereta, namun mengingat minimal pemesanan adalah 20 orang dengan kepastian nama orang yang akan berangkat harus tersedia 1 bulan sebelumnya, rencana ini pun akhirnya batal.

Panitia di jogja mulai melakukan gerilya menghubungi kakak-kakak cahtuwo nya. Kebetulan yang kontak aku namanya Darma (pas hari H acara Darma memperkenalkan diri ke aku *hai Darma ganteng* *kedip2 Darma sambil sembunyi dari mba Indi*). Proposal acara pun disebarkan kepada cahtuwo. Aku sendiri baru bisa memberikan kepastian akan datang 1 minggu sebelum acara dan aku ikut serta mengajak 1 orang teman ku *makasi panitia udah ngasi ijin hihi *kedipin cece Bunny* (kisah petualangan kami akan ditulis terpisah). Panitia rajin menghubungi kami terkait detail kedatangan kami sehubungan dengan rencana penjemputan.

Bulan pun berganti, hingga akhirnya tiba pada saat pelaksanaan Reuni Akbar. *aaakkk bahagianyaaa*. Aku dan Bun tiba di Stasiun Tugu jam 2.00 pagi, yap, bahkan malam pun enggan beranjak saat kami tiba. Dengan mata ngantuk*karena baru tidur 1 jam, sepanjang perjalanan full gosip soalnya :p *, perut lapar *aku doang, kalo Bun masih kenyang, lirik tas bekal*.  Aku dan bun pun menunggu motor sewaan yang katanya akan datang jam 4 pagi *kenyataannya jam 5 lewat baru datang :( *bye bye sunrise*.

Aku salut dengan panitia yang bertugas menjemput subuh-subuh (kalo ga salah Ojan dan siapa gt *maap aku lupa*) yang jam 4 pagi sudah menanti rombongan kak rusda, aga dan jaws untuk tiba. Aku pun menitipkan koper milik Bun sebelum aku dan Bun bertualang *kisah di cerita selanjutnya*

.....

Setelah selesai bertualang dengan Bun, aku pun melanjutkan perjalanan sendiri menuju lokasi acara di Wisma UGM Kaliurang. Bermodalkan motor sewaan, aku berusaha tiba di lokasi secepat mungkin *red. ngebut yang tetep hati-hati*. Ketika aku melalui jalan kaliurang km 8,5 mulai turun hujan rintik-rintik, aku pun melipir ke pom bensin untuk pakai jas ujan *jas ujan yang aku pake spesifikasinya dari plastik ala abang becak seharga 5rb* dan melindungi tas ku dengan jas hujan yang dipakai Bun sebelumnya. Aku pun terus memacu motor diiringi hujan, angin, kabut tapi sempat untuk naro baju kotor di laundry hehe *sumpah drama abis perjalanan ke lokasi acara*, setibanya di jakal km 21 hujan reda banget bahkan ga ada tanda-tanda ada hujan disana *sedangkan aku basah kuyub dan menggigil*. Sejujurnya aku lupa dengan lokasi acara, sembari aku melepas jas ujan aku cek Handphone ku (hp dengan aplikasi whatsapp mati pula, untung ada hp satu lagi jadi bisa kontak panitia *yang ternyata udah panik tlp in aku). Aku pun kemudian dijemput oleh 2 orang lelaki Sanggar kece. Akhirnya jam 2 lewat sampailah aku di lokasi acara.

Saat aku sampai, ada mba-mba cantik yang sudah berdandan rapi dan asik ngobrol sendiri. Aku pikir mereka anak sekolah yg lagi bikin acara juga di lokasi acara. Intung aja di lantai 2 ada wajah-wajah familiar yang menandakan aku ga salah tempat *yakali ndar. Kan udh dianterin juga sama adek-adek yang jemput*.

Aku pun beranjak ke lantai 2 dan menyapa cahtuwo yang sudah hadir, walau sedikit tapi tidak mengurangi semangat ku hihi.

Setelah mandi dan beres-beres barang, acara pun dimulai dengan perkenalan pengurus, panitia dan cahtuwo yang datang, pementasan dari adek-adek anggota serta games.

*jadi acara reuni baru mulai setelah semua cahtuwo yang udah konfirm datang untuk tiba di lokasi reuni *uwuwuwuwuw kalian so sweeettt *kecup satu-satu.

Duo MC dibawakan oleh Robby yang gondrong gahar tapi hati hello kitty dan Ryan yang katanya tengah malam ada Demo menolak kenaikan harga BBM *mungkin maksudnya nolak tarif langganan BBM bulanan naik kali yaa *manggut-manggut aja deh. Berasa standup comedy deh liat mereka berdua bawain acara nya. Ayo kalian inget kata-kata mas Jo pas sharing ya, kalian bisa di "jual" looo hehehe.

Rancak yang fenomenal pun dibawakan oleh divisi Justimun dan Dancer Soul.  Lagu yang mengiringi masih menggunakan pattern -pattern lama dengan sedikiiiittttt sekali modifikasi. Mas Jo pun sudah memberikan masukan untuk tim Rancak terkait hal tersebut*tolong dong mulai dibuat yang lain, dari 2007 tim rancak tari & musik awalnya bergabung lagunya itu terus*. Untuk tarian sudah berbeda dari saat aku jadi anggota DS *walaupun kemarin banyak yang belum kompak di beberapa gerakan *ayo dilatih lagi yang rajin.

Tim Rancak pada masa ku akhirnya bisa di"komersial"kan looo. Bermodalkan latian selama 2 minggu, pada saat itu kami mendapatkan 2 job besar (Pertemuan Dekan Fakultas Hukum Seluuruh Indonesia dan Perwakilan Tim Tari Madura saat acara dari Dinas Pariwisata). Uang dari job itu kami bagi 3 antara Kas Sanggar, tim Justimun dan tim Dancer Soul, dimana uang tersebut dipakai untuk membeli kostum dan alat make up pertama DS yang tidak menggunakan uang pribadi anggotanya. *ini kebanggaan tersendiri bagi ku*.

keesokan harinya walau sangat terlambat dari jadwal tapi tetap berkesan (saling tunggu-tungguan buat ngajak mulai acara tapi ga ada yang mau manggil duluan, sama aja kaya mau ngajak pacaran tapi bahkan pdkt aja ga mulai-mulai). Acara sharing pengalaman dari cahtuwo, kondisi sanggar saat ini dr anggota, kadiv, pengurus, hingga ide-ide brilian dari cahtuwo pun tercetus demi memajukan sanggar.

Keseluruhan acara itu membuat ku sadar bahwa aku punya keluarga di Jogjakarta yang bisa menerima kekuarangan dan kelebihan satu sama lain. Yang mau mengkritik demi kemajuan kita. Yang siap mendorong ketika kita butuh dukungan.


4 tahun berada di sanggar dengan n segala masalah dan pengalaman, naik turun nya niat latihan, panggung ke panggung pementasan, dari ide gila dikala waktu senggang sampai menghasilkan karya konkret, bahkan dengan segala link pertemanan yang terjalin, Sanggar memang paket lengkap untuk tetap membuatku sadar dari terjangan ombak tugas kala kuliah. Paket yang membuat otak kanan dan kiri  ku terpakai dan membuat ku tetap menggunakan perasaan dalam bertindak.

Terima kasih Sanggar. Terima kasih Keluargaku.

diselesaikan di parkiran BKPM, 28 April 2015

OJO PIYA PIYE APAKAH PANCEN OYE!!

Cahtuwo yang masih enom :)
1 dari 3 Keluarga besar ku di Jogja:)

Tuesday, March 31, 2015

Hobby (atau Obsesi?)

heihooyy.

Kemana target tujuan kalian kalau akhir pekan?

Tidur sampai siang? beres-beres kamar atau kost? atau menjelajah kota tempat kalian berada? atau bahkah keluar kota/luar negeri?

Sebenarnya untuk mengisi waktu ada banyak banget hal menyenangkan yang bisa dilakukan.

Beberapa teman ku punya hobby*tapi menurutku hobby mereka sudah bisa disebut sebagai obsesi yang selalu berhasil membuat aku iri dan cuma bisa pasang ekspresi mupeng (*muka pengen) saat baca blog mereka. (obsesi /ob·se·si/ /obsési/ n Psi gangguan jiwa berupa pikiran yg selalu menggoda seseorang dan sangat sukar dihilangkan -sumber: KBBI) 

Perkenalkan Yacob Ivan yang hobby menjelajah museum, candi bahkan peninggalan dari jaman megalithikum. *untuk liat tulisannya monggo klik disini

Untuk ukuran anak muda, hobby Yacob ini unik menurut ku, ngobrol sama Yacob itu bisa membawa kita kembali ke ratusan tahun lalu, kalau ga inget harus mengejar waktu sebelum bus terakhir ke Bekasi berangkat pasti masih banyak banget hal bisa yang bisa diomongin.

Kami mencoba membayangkan bagaimana kondisi Indonesia apabila dahulu candi-candi dan peninggalan kerajaan masa lampau tidak rusak seperti saat ini, mungkin saja Indonesia akan terlihat seperti Thailand dengan peninggalan kerajaan masa lampau yang kokoh berdiri di pinggir jalan dan bersinergi dengan perkembangan jaman. Miris juga kalau denger cerita Yacob tentang kondisi prasasti atau arca yang teronggok tak terurus di pinggir jalan.

Selain Candi, Yacob juga senang untuk menjelajah ke museum-museum di Indonesia. Untungnya si wajah koko Yacob ini ga ikutan terpengaruh wajah lawas ala masa lalu atau terjebak di kenangan masa lalu *eh hal ini aku sih cuma liat dari luar nya aja, kayanya sih ga terjebak kenangan masa lalu :p *trus tiba-tiba ada perang dunia ketiga hihihi

Saat ini aku dan Yacob sedang merencanakan sebuah trip "RAHASIA" beramai-ramai di bulan Juni semoga terwujud, maklum saat ini aku butuh charger badan bangeeetttt..  *pengennya sih acara jalannya dipercepat, tapi mengingat aku pun digantungkan oleh kapan penyelenggaraan Pra Jabatan CPNS BKPM 2014 ya sementara ini bulan Juni yang paling tepat hihi.

*ooii Ndar, trip rahasia tp kalo ditulis di blog mah sama aja ga rahasia lagi atuh Ndar hahaha.

Cita-cita Yacob mulia loo, ketika masa nya tiba nanti, Yacob ingin merawat dan membuat tempat perlindungan di lokasi peninggalan purbakala di pelosok Indonesia agar tidak semakin rusak.

Selain Yacob, perkenankan aku memperkenalkan Putu Ary Wijaya alias Juki teman ku yang hobby mendaki gunung *untuk liat tulisannya monggo klik disini.

Hampir setiap long weekend pemandangan di timeline FB atau foto BBM Juki akan berganti dengan foto sunrise, sunset  dan/atau foto narsis si bapak yang satu ini.

Yang jelas pas ngeliat foto-foto atau tulisan baru nya di blog aku cuma bisa gigit jari, berasa pengen banget ikutan packing tas dan berpetualang juga. Tulisan Juki itu deskriptif naratif  *istilah pas nulis thesis di MMIK kemarin hehe. Pembaca nya akan terlarut dalam tiap langkah yang diambil, canda tawa orang-orang yang ditemuinya saat perjalanan, dan pemandangan indah yang terlihat dituangkan dalam tulisan di blog nya.

Juki pun ga pelit ngasi informasi kalau kita mau menjelajah ke puncak gunung yang pernah dijelajahinya, bahkan kalau pas punya waktu luang bisa jadi Juki bakal ikut serta untuk mendaki bersama.

Tujuan utama Juki adalah berpijak di puncak Seven Summit Indonesia (*eh lupa deng tujuannya yang seven summit Indonesia apa seven summit dunia ya? hihi). Mimpi yang menurut ku akan terwujud kalau melihat semangat dan "api" di mata Juki pas ceritain impiannya itu. *semangat ki!

Mendaki gunung itu kayanya sekarang lagi ngetrend semenjak film "5cm", ya semoga banyaknya orang yang tertarik naik gunung tanpa skill memadai bisa meningkatkan kepedulian masyarakat pada umumnya untuk mencintai lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan*self reminder buat aku juga.

Kalau edisi ngobrol bareng Juki selain bahas jalan-jalan *aku cuma pendengar aja hehe, biasanya kita mengkritik kebijakan pemerintah, mengkritik gaya hidup di Bali saat ini, mengkritik penjualan tanah ke asing di Bali, ya semua hal yang bisa dikritik deh. hahaha *saat ini aku udah masuk sebagai abdi negara ya kritiknya bisa jadi bahan masukan juga hehe

Kalau aku ditanya apa hobby ku *yang menyerupai obsesi? mungkin aku ga akan bisa menjawabnya, aku sendiri bisa aja ngelakuin semua pilihan diatas *tergantung waktu dan budget hehe. Aku suka bertemu orang baru, aku suka berjalan-jalan, aku suka mengajar, aku suka basket, aku suka bintang-bintang di langit, aku suka menulis, bahkan sekedar jalan-jalan dan piknik sederhana di pagi atau sore hari di taman Menteng atau di Monas juga merupakan hal yang menyenangkan untuk dilakukan.


-Diselesaikan di BKPM, 31 Maret 2015-
Berjalanlah, bertualanglah karena dunia ini terlalu luas untuk indah untuk dilewatkan dengan menatap tembok dingin di kamar kalian.

Monday, March 23, 2015

Pulang kota setengah gila!

Merajan Alit Jro Taman Sari Dawan
Heihoy..

Jumat 20 Maret 2015 itu adalah hari yang aneh.

Mulai dari kaos kaki ku ketinggalan dirumah dan harus beli di koperasi kantor, sampai akhirnya aku memejamkan mata di Jro Taman Sari Dawan.

Heeyy ndar!! Gimana cara nya kamu sampe ke bali? Kamu kan masih CPNS tanpa hak cuti?

Hehe tenang akan kuceritakan semuanya. 

Semua petualangan setengah gila ini diawali dari kejadian 2 minggu yang lalu saat Mama, Ajik dan Gungde memutuskan untuk Nyepi di Bali. 

Ditambah kak Indri juga memutuskan untuk menyusul ke Bali dari Malang.

Alhasil selama 4 hari Ndari harus bertugas untuk jaga rumah dan menikmati hari raya Nyepi dirumah bersama Bonel dan Monel (duo anjing lele berbulu domba). 

Pada hari Jumat 20 Maret 2015 jam setengah 4 sore, aku memiliki ide gila untuk beli tiket pulang ke Bali, yap pulang kota bukan pulang kampung.

Setelah googling tiket yang memungkinkan, aku pun menghubungi kak Indri untuk memberitahu ide gila itu.

Gayung pun bersambut, kak Indri menyuruh aku untuk membeli tiket tersebut mengingat belum tentu tahun depan kami akan berkumpul lengkap saat Nyepi.

Dengan bermodal hanya membawa tas kerja, baju yang dipakai beserta tas berisi baju senam tadi pagi, akhirnya aku pun membulatkan tekad untuk pulang ke Bali.

Jam 4:25 sore aku mulai membereskan barang-barang di meja dan pamitan dengan atasan dan rekan kerja di ruangan.

Jam 4:30 sore aku absen di mesin absen dan langsung cussss mencari Damri ke Bandara, rencana awalnya aku akan naik Damri dari Thamrin City.

Tiba di depan kantor BKPM jalanan ternyata sudah padat merayap, aku pun memutuskan untuk berjalan kaki sampai Jembatan Penyeberangan Semanggi untuk mencari kopaja ke Thamrin City.

Melihat tol dalam kota cenderung tidak bergerak aku turun lagi dari jembatan penyeberangan Semanggi untuk naik ojek ke pintu tol Slipi dengan harapan ada Damri yang akan masuk ke pintu tol Slipi.

Setelah menawar si pak Ojek, doi pun langsung selap-selip jalanan yang padat merayap dan ketiak dia melihat bus Damri dari kejauhan pak Ojeknya makin semangat buat ngejar.

Akhirnya di lampu merah dekat pintu tol Slipi terlihatlah bus Damri tercinta, setelah membayar ojek di pinggir jalan aku pun bergegas mendekati bus Damri dan minta pak Kenek bus untuk membuka pintu. *hihihi drama banget deh :p *

Setelah menembus macetnya ibu kota akhirnya jam setengah 7 sampai juga di Bandara Soekarno Hatta.

Petualangan tak berhenti disana, penerbangan ku yang seharusnya berangkat jam 8.50 mengalami keterlambatan selama 15 menit + 40 menit. *mengingat cuaca malam itu hujan lebat di jabodetabek*

Setibanya di Bandara Ngurah Rai Denpasar (jam 00:30), mengingat ini adalah pulang kota kejutan, tidak ada saudara yang menjemput aku saat itu pun taxi sudah tidak beroperasi lagi, akhirnya aku bertanya dengan seorang bli-bli yang kemudian menawarkan ku untuk diantar menggunakan motor nya *semacam ojek dengan tarif nembak*.

Akhirnya kami pun beranjak dari Bandara menuju rumah keluarga besarku, Jro Taman Sari Dawan diiringi hujan lebat.

Setibanya di Jro Taman Sari Dawan, kak Indri selaku sponsor utama ku yang tidak bisa dihubungi *HP nya mati* terpaksa aku menghubungi mama dan ajik yang langsung kaget dan memarahiku hihihi.

Walaupun ga dapet sembahyang Tawur Agung bersama, Ngerupuk dan nonton pawai ogoh-ogoh, harus kena ujan deres sepanjang perjalanan, tapi semua itu demi berkumpul bersama, demi senyum bahagia di bibir kalian.
full team keluarga Jro Dawan Permai


-Diselesaikan di BKPM, 23 Maret 2015-
SELAMAT TAHUN BARU CAKA 1937!!
Semoga kedamaian dan kebaikan datang dari seluruh arah kepada kita semua.
ini baru sebagian kecil dr keluarga besarku :)

Tuesday, June 24, 2014

Sebuah Mimpi

15 Mei 2014

Hai Ndari,

Apa kabar?

Ayo semangat berjuang mewujudkan salah satu mimpi mu saat lulus S1 dulu.

Hari ini hari terakhir pendaftaran loo.

Perjuangan baru dimulai, ayo selesaikan pendaftaranmu.


------------------------------------------------

2 Juni 2014
Yeeiii!! Selamat ya Ndari.

Tuh kan aku bilang apa? 

Kamu pasti bisa lulus.

Selamat yaa.

8.001 pendaftar dan kamu adalah 1 dari 222 orang yang lulus ke tahap selanjutnya. 

Semangat Ndar!

Aku yakin kamu pasti menjadi salah satu dari yang terpilih.


------------------------------------------------

waktu berjalan, berbagai pikiran mengayun silih berganti

------------------------------------------------

24 Juni 2014

Dear Ndari,

Kamu sudah menentukan pilihan.

Mungkin mimpi itu memang hanya menjadi mimpi mu.

Mengabdikan diri kepada Indonesia dengan mengajar, dapat kau lakukan dimana saja dan kapan saja.

Mungkin bukan melalui jalan ini, mungkin akan ada jalan lain yang terbuka untuk mu.

Jangan bersedih, hidup itu penuh pilihan.

Janganlah engkau menjadi matahari.

Hei Ndari, jadilah cahaya kecil.

Cahaya kecil yang mampu menerangi sekitarmu dengan pengetahuanmu.

Terus semangat yaa *hugs & kisses*



Nb: Teruntuk Ndari ku dan sebuah mimpi yang dihempaskan. Ini bukan akhir, ini AWAL dari perjalananmu.

MMIK Law Office, 24 Juni 2014.

Sunday, June 8, 2014

Dinas.. Dinas..

Yeeii!!

Akhirnya setelah beberapa bulan tidak dinas ke luar kota, disibukkan dengan audit capital market, asistensi ke OJK, bolak balik buat request list document buat klien, minggu ini aku akan dikirim untuk dinas lagi.

Tepatnya tanggal 9 sampai dengan tanggal 12 aku akan dikirim ke Cilegon. (tenang, sebelumnya ga disuruh ke Bogor dulu, dan ga ada perintah beli bensin campuran kok *kalau kalian ga ngerti berarti remix lagu nya Jeremy Tetty ga begitu terkenal :p )

Dinas ke luar kota atau bahkan luar pulau itu menurutku sangat menyenangkan. Walaupun disana kita akan kerja dan (besar kemungkinan) ga akan main-main atau jalan-jalan, tapi menurutku setiap perjalanan dinas itu membawa cerita baru untuk ku (selain tag location baru di Path atau nambah koleksi narsis di Instagram).

Perjalanan menuju tempat baru, bertemu orang baru, menikmati kuliner baru dan mungkin jalan-jalan di tempat baru itu memberikan energi tambahan pada diriku.

Yap, seperti kata Rumi di sisi kanan blog ku
"Travel brings power and love back into your life" 

Setiap perjalanan  akan selalu membuatku tambah mencintai Indonesia.

Semoga impianku bisa jalan-jalan keliling Indonesia gratis bisa menjadi kenyataan.

Checklist perjalanan Dinasku selama bekerja (sejak 2012):
- Semarang,
- Pangkalpinang
- Surabaya,
- Banyuwangi,
- Jember,
- Jepara,
- Lhokseumawe
- Medan (mampir Kualanamu doang)
- 9-12 Juni Cilegon
- 25-27 Juni Makassar
- 10-11 Juli Bandung

Mari Kita Kemana!

Bekasi, 8 Juni 2014

Sunday, May 4, 2014

Kata "Kita"

Kita dipertemukan oleh persamaan.

Kita sama-sama lelah mencari, kita sama-sama menunggu.

Entah sampai kapan, entah dengan siapa.

Kita dipisahkan jarak, perbedaan waktu dan kesibukan masing-masing.

Kita berusaha, kita mencoba.

Mungkin cukup dengan sekedar mendengar suara satu sama lain.


Hai kamu.

Entah apa yang kamu rasakan.

Mungkin pertemuan awal kita bukanlah pertemuan pertama.

Jabat tangan dan tatapan matamu terasa seperti menyambut seseorang yang lama tak jumpa.

http://www.blackbirdresort.com

Hai kamu yang berkata aku tidak romantis.

Mari lebih mengenal satu sama lain.

Dalam kata "Kita"

J


MMIK Law Office.
5 Mei 2014

Friday, May 2, 2014

I'm in LOVE

Yap. I'm in LOVE.
Pada awalnya, saat aku kuliah di Jogja dulu, tak sebersit pun ada di pikiranku untuk menjadi seorang pengacara.
Pekerjaan cita-cita ku saat itu adalah bekerja di Bank Indonesia. Alasannya simple, aku ingin menjadi pengawas dan pembuat aturan main bagi bank-bank dan lembaga keuangan di Indonesia (saat ini peran tersebut diambil oleh OJK, makanya sempat terpikir juga untuk melamar di OJK).

Tapi nasib berkata lain, awal tahun 2012 saat aku melamar kerja di Bank Indonesia aku tidak lolos seleksinya. Hahahaha.. Sebel, marah, kecewa menjadi satu. (tulisan kekecewaan waktu itu)
Aku pun memutuskan konsentrasi untuk menyelesaikan studi S2 ku.

Pada akhir Mei 2012, mba Hayu Kurniasih menawarkan pekerjaan selama 2 bulan sebagai legal administration dalam rangka penjualan saham cucu perusahaan BUMN yang didampingi oleh MMIK Law Office. Awalnya aku tidak tertarik, sampai suatu sore saat makan bersama Anis Rifai di kantin kampus kami membicarakan tentang lowongan tersebut. Kata-kata Anis lah yang membuat aku mengambil pekerjaan tersebut.
Anis say: "Mumpung masih muda, jadi kita harus kerja keras, kalau mau istirahat nanti aja pas mati"
Setelah mengirimkan CV kepada mba Hayu dan pak Andreas T.A (my first Bos), keesokan harinya aku melakukan wawancara dengan pak Andreas dan beliau langsung meminta aku untuk mulai kerja pada hari berikutnya. *cepet banget yaa*

bersama Tim Penjualan Saham
Setelah transaksi penjualan saham selesai, salah satu pemegang saham dari perusahaan yang sahamnya dijual memintaku untuk memperpanjang masa kerja selama 2 bulan.  Setelah semua kerjaan selesai, perusahaan tersebut membujukku lagi untuk menjadi karyawan tetap disana, namun karena aku sudah janji dengan mba Dina Martoatmodjo dan mba Hayu untuk pindah ke MMIK Law Office maka tawaran tersebut aku tolak.

Senin, 10 September 2012
Pada tanggal ini aku resmi pindah ke MMIK Law Office sebagai pengacara dengan status karyawan kontrak selama 3 bulan.

MMIK Law Office merupakan singkatan dari Marsinih Martoatmodjo Iskandar Kusdihardjo Law Office. 4 nama tersebut merupakan gabungan dari nama Ayah dari masing-masing pendiri MMIK Law Office yaitu mba Helen Marsinih, mba Dina Martoatmodjo, mba Sari Iskandar dan mba Dian Kusdihardjo.

4 mba-mba MMIK awalnya merupakan pengacara di Lubis Ganie Surowidjojo (LGS), yang kemudian pada 29 April 2004 memutuskan untuk bersama-sama mendirikan MMIK Law Office.

Pekerjaan pertama ku langsung berhadapan dengan masalah pasar modal terkait penerbitan obligasi. Hari itu aku seperti anak kecil yang tidak tau apa-apa. Banyak banget hal baru yang aku harus serap secepat mungkin.

Aku pun menikmati waktu-waktu ku sebagai pengacara dan mahasiswa (aku masih kuliah S2 looo, walau sering bolos, ngerjain tugas dengan waktu mepet dikantor, kekurangan jam tidur, tapi semua aman terkendali). Untung saja suasana kerja di kantor dan suasana belajar di kampus menyenangkan.
Narsis itu WAJIB

Aku merasakan status ganda ku sebagai pengacara dan mahasiswa sangat membantu, karena apabila ada kasus dikantor yang masih belum kupahami aku bisa bertanya kepada dosenku dikampus. Dan apabila ada tugas kuliah yang datang, aku dapat menggunakan ilmu-ilmu praktis yang kudapat dari kantor.

Waktu berlalu, kasus-kasus pasar modal, hukum perseroan terbatas, merger dan akuisisi, pemisahan (yang kemudian menjadi kasus untuk tesis ku), investasi, penanaman modal asing dan lainnya datang silih berganti. Banyak ilmu dan diskusi yang terjalin.

Yap. sampai dengan saat ini aku menikmati masa-masa menjadi pengacara di MMIK Law Office. Keakraban dan kekeluargaan dikantor membuat aku membuat slogan khusus yaitu" di Kantor MMIK narsis itu wajib, senang difoto itu keharusan"
Selfie di Lift sehabis Karaokean

Tanggal 29 April 2014 


Tepat pada tanggal ini, MMIK Law Office merayakan hari jadinya yang ke 10. Walaupun baru bergabung kurang lebih 1,5 tahun, tapi banyak hal yang telah kupelajari disini. Yap, aku mengakui.. aku telah jatuh cinta pada pekerjaan ini. I'm in love ♥♥

HAPPY BIRHTDAY MMIK LAW OFFICE, BANGGA TELAH MENJADI SEPENGGAL CERITA DALAM KELUARGA INI.

Celebration ♥♥

Kita tidak pernah tahu kemana kaki ini kan melangkah, mari menikmati semua proses yang ada  J 

MMIK Law Office.
2 Mei 2014
-di sela-sela finalisasi Obligasi-

Sunday, April 20, 2014

Mudik (29 Maret-4 April 2014)

Nyepi di Bali tahun ini sangat menyenangkan.

Selain karena sudah 4 tahun ini aku bisa menjalankan puasa 24 jam,
*Aku ga berani bilang berhasil menjalankan catur brata penyepian, karena ya berhasil atau ga nya Tuhan yang tau je* 

Paling tidak, akhirnya aku bisa berkumpul dengan saudara-saudara dari pihak ajik (ayah) maupun mama dan larut dalam suasana perayaan Nyepi.

Aku pulang ke Bali sejak hari Sabtu (29 Maret 2014) sampai hari Jumat (4 April 2014) bersama wak Tut (kakak mama) dan Fredy.

29 April 2014
Sesampainya di Bali, aku bersiap dan melaporkan diri kehadapan leluhur di Merajan (tempat persembahyangan) keluarga.

bareng wi Deyok, Mimi and Deta
Kemudian aku mengantarkan bingkisan Nyepi ke keluarga dan melanjutkan malam bersama 3 orang sahabat K-29 ku. Setelah 1 tahun lebih tidak bertemu , berbagai cerita pun mengalir. Kami pun menelepon beberapa kawan-kawan K-29 lainnya yang tidak bisa berkumpul bersama kami. aaaakk KANGEEENN!!!
belated birthday present for Mimi :*

Hari pertama menyenangkan!

30 April 2014

Merajan Agung Jero Lanang Dawan
Keesokan hari dimulai dengan sembahyang meprani di Banjar Tegal Agung bersama dengan saudara-saudara ku (nb: 1 Banjar Tegal Agung adalah saudaraku hihi). Ogoh-ogoh ST. Dwi Putra Banjar Tegal Agung pun telah berdiri kokoh di bale banjar.
bareng Mbogek Tami, Gek Nia, Wah Rava dan Gek Ina :) 

Berdasarkan pengamatanku, teknik yang digunakan dalam pembuatan ogoh-ogoh di Banjar ku ini adalah levitation atau melayang. Rangka yang dilekatkan ke fondasi ogoh-ogoh sangat minimalis, hanya satu kaki dari mba-mba yang pegang bokor (lihat gambar tengah atas) dan diikuti dengan sesosok bhuta kala yang seolah muncul dari bokornya.


Sepanjang melihat ogoh-ogoh di Denpasar (red. Sepanjang jalan imam bonjol). Teknik ini yang banyak digunakan. Desainnya fondasi ogoh-ogoh dibuat seminimal mungkin namun tetap harus kokoh karena sosok ogoh-ogohnya membesar ke atas.

Selain itu, aku juga banyak melihat ogoh-ogoh dengan desain sosok manusia biasa di bawahnya dan ada sosok bhuta kala yang mengikutinya dari atas (lihat gambar ogoh-ogoh ST. Dwi Putra Banjar Tegal Agung dan gambar berikutnya). Apakah pembuat ogoh-ogoh ingin mengingatkan kita bahwa sosok bhuta kala itu selalu mengintari manusia, menggoda dan mengikuti manusia dengan harapan kita akan melakukan hal buruk? BISA JADIIII!!! *ala Eat Bulaga*

Sayangnya banyak Banjar yang menggunakan iringan lagu disko atau dangdut dengan menggunakan sound system menggelegar. Ogoh-ogoh pun tidak lagi di gotong oleh pemuda Banjar melainkan didorong menggunakan gerobak atau dipasang roda di bawahnya untuk mempermudah membawanya. Ada juga Banjar yang sok-sok berdugem ria karena iringan lagu yang mengelegar itu. Bau alkohol pun menyeruak ketika aku berpapasan dengan pemuda-pemuda dari Banjar tersebut.. fuuuhh.. mbo ya jangan gitu lah :(


Menurutku ogoh-ogoh itu hanya cocok diiringi lagu gamelan yang penuh semangat, bertalu-talu dan saling bersaing menunjukkan irama yang kompak dan keras. Ogoh-ogoh pun juga sebaiknya digotong bersama-sama. Makna gotong royong akan terpampang dalam

Kalau berdasarkan hasil bincang-bincang dengan wak Ketut sepanjang perjalanan Jakarta-Denpasar. Sosok bhuta kala diartikan sebagai: “BHU” yang berarti menjadi, ada, gelap, berbentuk, mahluk. Kemudian kata “BHU” berkembang menjadi “BHUTA” yang artinya adalah telah dijadikan ataupun diwujudkan. Sedangkan untuk kata “KALA”, berarti energi, waktu. Sehingga kata BHUTA KALA artinya adalah energy yang timbul dan mengakibatkan kegelapan.

Menurut wak Ketut kenapa ogoh-ogoh diarak itu untuk menyingkirkan energi yang mengakibatkan kegelapan tersebut, dan filosofi pembakaran yaitu membakar hal negatif yang ada dan mengingatkan bahwa waktu yang sudah berlalu tidak bisa kembali. Agak romantis sebenarnya makna itu :)

Setelah acara Ngrupuk (mengarak ogoh-ogoh) selesai aku pun kembali ke rumah untuk mempersiapkan diri melaksanakan Catur Brata Penyepian.

31 Maret 2014

Jam 5 Pagi aku terbangun, mengambil nasi dan lauk seadanya untuk sarapan sebelum puasa dan kemudian mematikan handphone ku.

Nyepi di Bali ingin kulalui seperti Nyepi-Nyepi tahun sebelumnya di Jogja maupun di Bekasi. Berpuasa 24 jam sebenarnya enak loo. ibarat kita mendetox tubuh, ada kalanya kita akan merasa sangat lemas, perut kruyukan, tangan mulai dingin karena kadar gula dalam tubuh berkurang, tapi di satu sisi ada hal yang dibersihkan dari diri kita. badan akan terasa lebih enteng dan tenang.

Sore harinya, daripada aku tidur dalam kegelapan, aku memilih untuk menatap bintang yang bersinar di langit Bali. aku mengambil pashmina andalanku dan duduk di bale badung Jro Taman Sari Dawan (rumah tua dari keluarga Ajik ku). tak berapa lama, gungwe, uwak, bliwah dan mbo gek ku bergabung bersama. kami menikmati sinaran bintang yang terkadang memberikan pertunjukkan bintang jatuhnya sembari kami berbincang. Gungwe ku mulai bercerita tentang kisah cintanya bertemu dengan suaminya, keadaan Jro kami saat pertama kali Gungwe menikah dan pindah ke Jro Taman Sari Dawan ini, tentang bagaimana pembagian jatah makan agar adil, perebutan mengunakan sepeda dan motor untuk menjemput pacar masing-masing. hahaha. romantis :)


1 Apil 2014.

Aku pun terbangun karena alarm handphone ku berbunyi tepat jam 6 wita. 2 gelas teh manis, 1 gelas air putih dan 1 gigit biskuit menjadi menu berbuka ku. Setelah mandi dan sembahyang baru aku melanjutkan untuk sarapan. Puasa 24 jam itu lebih membuatku haus daripada lapar.

Siang harinya keluarga besarku mengajak memakan menu wajib kalau ke Bali, yap yap yap. BABI GULING! hahah. berhubung banyak warung BeGul yang belum buka sehabis hari raya, kami memilih sebuah warung BeGul terdekat dan satu-satunya yang buka haha. Rasanya agak kurang manteb sih, tapi lumayan lah hihi.

PANTAI KUTA!!
siang harinya aku dan Tanjung berencana berkumpul dengan teman-teman, namun karena kesibukan masing-masing alhasil hanya aku dan Tanjung yang akan bertualang siang ini. aku pun langsung menghubungi Dewayu, Galih dan Alit *Alit ga bisa ikut tapi :( *.

Dewayu mengusulkan untuk pergi ke Pantai Kuta karena sedang ada Festival Ogoh-Ogoh dan Bunga Desa. Oke deh, kita akan berkumpul di PANTAI KUTA!! yeeiiii..

Setelah beberapa tragedi bareng Tanjung kaya: nyasar, kunci motor masuk ke bagasi motor dan hampir ga bisa diambil,dan narsis di Ground Zero sambil panas-panasan dan aku ga bawa kacamata, akhirnya aku dan Tanjung ketemu juga dengan Dewayu di Tokonya. Kami pun langsung melanjutkan perjalanan ke Pantai Kuta.

pict taken by: mbo Utu :)
Festivalnya seru, semua orang dari 13 Banjar  *kalau ga salah jumlahnya 13 Banjar* di Kuta tumpah ruah di sisi kiri pantai. Ogoh-Ogoh dipajang di pinggir pantai,  bunga desa dari masing-masing banjar berlomba dengan kebaya berjalan anggun di atas panggung. Cantiiiikk :)

Sebelum sunset meredup, tiba-tiba ada sosok yang kukenal datang. haha. detail cerita tentang hari ini, hari pertama di bulan April, hari setelah perayaan tahun baru biarlah Pantai Kuta, aku, dirinya, Tanjung, Dewayu dan sepupunya yang tau :) Galih dan kakaknya pun bergabung dengan kami. Bahagia itu saat kita dikelilingi oleh orang-orang yang sayang dengan kita :)

 2 April 2014.

Malam sebelumnya ada kabar kalau Ninik (nenek ku, Ibu dari Mama ku) masuk Rumah Sakit. Aku dan Fredy memang berencana akan pergi ke Ashram di Padanggalak untuk melakukan Meditasi Angka dan kemudian jalan-jalan. Rute perjalanan pun ditambah dengan menjenguk Ninik ke RS Sanjiwani, Gianyar. Petualangan pun dimulai, 2 orang yang tidak terlalu hapal jalan, mengandalkan Google Maps, bertanya ke orang dijalan dan telpon sana telpon sini sampai ke semua tujuan.

Sore hari pun bersama mu ditutup dengan berjalan di Pantai Sanur berteman lumpia haha.

what a day! See you very soon..

Setibanya dirumah, mama dan aku pergi ke rumah Kenyeri untuk membantu persiapan pernikahan Bli Ode dan Lina. kami pun bermalam disana :)

3 April 2014

bareng Wah Ravy
Pagi dimulai dengan mampir ke rumah Pedungan, maklum keluarga ku keluarga besar (dari segi jumlah dan ukuran badan hahah) semua keluarga harus dikunjungi. berhubung ponakan ku semua sekolah, yang tersisa di rumah Pedungan hanya Wah Ravy ganteng yang langsung nemplok sama migek cantiknya hihi.

Perjalanan pun dilanjutkan dengan kembali ke Jro, mandi dll dan bersiap pergi ke Pasar Badung.

Saatnya berburu KAIN! mba Dian dari jauh-jauh hari udah berpesan mau nitip kain rang-rang (itu loo kain tenun dengan motif garis zig-zag dan warna gonjreng). berhubung kain rang-rang sudah lewat musimnya, kami harus keluar masuk beberapa toko di sepanjang jalan Gadjah Mada dan Pasar Badung. Alhasil 1 kain rang-rang tenun asli, 1 kain songket, 2 kain rang-rang tenun aspal, 2 kain rang-rang palsu, 2 endek, 5 udeng, 2 kebaya, dan 1 baju sembahyang buat cowo udah masuk tas untuk dibawa ke Bekasi.

Gek Ratih didandani Tante Ndari
Pulang dari Pasar Badung kami melanjutkan perjalanan ke rumah Kenyeri untuk bermain dengan Gek Ratih dan ngayah.  Siang hari mama memutuskan menjenguk ninik, aku pun pergi untuk bertemu dengan Oming. Update gosip, cerita satu sama lain dan berbagi mimpi kedepannya, kadang obrolan kami serius loo hahaha.
:) my mimifriend
Sorenya, aku mampir ke rumah Pedungan lagi untuk bertemu dengan Wah Sadewa, Gek Nia, Gek Ina, Wah Rava dan Wah Ravy, tentu saja Migek Ndari memaksa mereka untuk narsis bersama haha.

bersama Gek Nia dan Gek Ina
Malam ditutup dengan menjemput ajik di Bandara dan dinner bareng Bliwah Ony, Mboge Tami, Gek Nia dan Gek Ina.

4 April 2014

Bli Ode Getting Merried! yap yap hari ini pernikahan bli ode dan liena dilangsungkan. setelah selesai mepayas, aku, mama n ajik berangkat ke rumah Kenyeri.

Acara pernikahan pun berjalan lancar dan sakral. Acara seperti ini tentu saja sama dengan berkumpul dengan (hampir) seluruh keluarga besar. MENYENANGKAN! selalu saja ada cerita baru, gosip terbaru, dan kenarsisan tak berujung haha.

sayangnya aku ga bisa ikut serta sampai acara selesai dan bahkan aku melewatkan acara resepsi pernikahan yang diadakan keesokan harinya, Aku harus kembali ke Bekasi malam ini juga.

tapi, hari-hari ku di Bali menyenangkan!

mungkin lain kali aku akan lebih lama mengunjungi Bali..

Bekasi, diselesaikan 20 Aprl 2014.
Hai bulan April, terima kasih.. :)