Monday, February 29, 2016

Satu

Sebuah rasa mengendap tanpa tahu sumber nya.

Sesak dirasa takkala tatapan bertemu.

Sesak pun dirasa takkala akan berpisah.

Aku merindukanmu wahai Aku yang terbataskan ilusi mata.

Kuungkapkan rindu dalam kata yang berbalas tatapan hangat.

Seolah kembali pulang dari perjalanan panjang.

Penantianku terbayar.

Seolah hanya pergi bermain dalam kegelapan ketidaktahuan.

Kesabaran terpatri menjaga dalam jarak.

Kita satu.

-bekasi. 29 februari 2016-

Tuesday, February 2, 2016

Dagdigdug

Dag dig dug..

Dag dig dug..

Ku dengar menggema di ruangan ini.

Apa aku apa kamu.

Ku pun tak tahu.

Dag dig dug..

Dag dig dug.

Ku dengar mengalun semakin keras.

Langkah keras tak menghilangkan bunyinya.

Apa guna terus menanti.

Kala semu yang membentang.

Dag dig dug..

Dag dig dug..

Bunyi keras tanda mendekat.

Berteman kelam semakin mencekam.

Satu kaca membuka semua.

Bukan kamu tapi aku.

030216

Monday, January 4, 2016

Kisah tak berbunyi

Kuibaratkan kisah ini sebagai kisah tak berbunyi.

Sunyi tapi tak sepi.

Riak yang tersapu tertutup kabut yang menyelimutinya.

Bukan karena kamu.

Aku lelah berbunyi.

Gema yang tercipta mengalun terlalu jauh tak tertahan.

Tak semua hal perlu dibunyikan.

Tak semua hal perlu diteriakan.

Dalam diam kita bercakap.

Dalam diam kita memulai.

Menikmati lakon dalam film bisu
BKPM, 5 Januari 2015

2016

Tinta cerita apa yang telah aku goreskan dalam 4 lembar pertama buku hidup 2016 ku.

Kuingat angan ku di awal 2015.

Tak semua nya menjadi nyata.

Kejutan demi kejutan menghampiri ku menggantikan angan yang kuharapkan.

Kejutan yang menggores simpul senyum di bibirku dan ada pula kejutan yang mengalirkan tetesan air di pelupuk mata ku.

Lalu apa guna nya aku menulis angan yang ingin aku capai di 2016.

Mungkin hanya sekedar pengingat kecil di sudut hati.

Atau mungkin pecut yang menyemangati ku untuk berlari mewujudkannya.

Aku tahu apa yang ku mau.

Aku pun tahu langkah apa saja yang harus aku persiapkan.

Rantai pembelenggu ku telah kusingkirkan.

Hei.. apakah memang selama ini ada rantai itu, atau aku saja yang berpikir bahwa kaki ku dirantai?

Aku ingin begini. Aku ingin begitu.

Aku akan mewujudkannya.

Entah di 2016 ini atau di tahun berikutnya.

-041215-
Home sweet home

Wednesday, December 30, 2015

Akhir 2015

Heihoy.

detik melangkah menuju pergantian tahun semakin berjalan dengan cepatnya.

apa arti 2015 untuk mu?

makna 2015 ku sampai dengan tengah tahun telah ku tuliskan dalam Juni 2015 (klik)

banyak hal yang terjadi dalam semester kedua 2015 ku kali.

1 hal yang pasti, perjalanan yang terangkai di tahun ini adalah akibat dari pilihan-pilihan yang dibuat sebelumnya.

rangkaian rantai sebab akibat mewarnai tahun ku ini.

tak ada hal yang dapat ku sesali, karena Tuhan begitu baiknya memberikan ku kepingan rantai terbaik yang dapat diberikannya.

aku bertemu dengan kamu.

kepingan mu pun tidak datang dengan begitu saja.

kepingan mu menenangkan, menjadi percabangan yang datang dari pilihan-pilihan sarat berbagai emosi.

tenang laksana malam yang datang, menyelimuti dengan sebaran bintang yang teduh.

rantai ku pun berjalan lagi.


terima kasih 2015, selamat datang 2016. kejutan apa yang akan Engkau berikan pada ku tahun depan.

image

Selamat menikmati detik demi detik yang melangkah.
31 Desember 2015