Wednesday, December 30, 2015

Akhir 2015

Heihoy.

detik melangkah menuju pergantian tahun semakin berjalan dengan cepatnya.

apa arti 2015 untuk mu?

makna 2015 ku sampai dengan tengah tahun telah ku tuliskan dalam Juni 2015 (klik)

banyak hal yang terjadi dalam semester kedua 2015 ku kali.

1 hal yang pasti, perjalanan yang terangkai di tahun ini adalah akibat dari pilihan-pilihan yang dibuat sebelumnya.

rangkaian rantai sebab akibat mewarnai tahun ku ini.

tak ada hal yang dapat ku sesali, karena Tuhan begitu baiknya memberikan ku kepingan rantai terbaik yang dapat diberikannya.

aku bertemu dengan kamu.

kepingan mu pun tidak datang dengan begitu saja.

kepingan mu menenangkan, menjadi percabangan yang datang dari pilihan-pilihan sarat berbagai emosi.

tenang laksana malam yang datang, menyelimuti dengan sebaran bintang yang teduh.

rantai ku pun berjalan lagi.


terima kasih 2015, selamat datang 2016. kejutan apa yang akan Engkau berikan pada ku tahun depan.

image

Selamat menikmati detik demi detik yang melangkah.
31 Desember 2015

Perlambatan waktu

Dalam satu hari kita semua merasakan 24 jam yang sama.

Tapi apakah kita menikmati waktu yang berjalan dengan kenikmatan yang sama?

Terkadang aku merasa 24 jam itu lambaaatt sekali.. detik yang berjalan seakan mengatakan semakin kamu mengejar ku akan ku lambatkan langkah yang kuambil, ingin mati rasanya menunggu tiap detik mu.

Terkadang pun aku merasa 24 jam itu terlalu cepat berlalu. Pagi yang datang telah berganti pagi lainnya dengan sekejap mata, tak puas rasanya merasakan mu berlalu.

Bertemu dengan kamu pun juga telah merampas kenikmatan merasakan waktu.

Ketika mata kita saling bertemu rasanya detik ku menolak untuk bergerak. Berhenti. Semua dunia terdiam bersama ku. Terserap dalam lubang hitam yang menghilangkan segala waktu dan kemungkinan. Konspirasi apa yang kalian perjanjikan sebelumnya, mengapa sampai detik ku pun menolak menemani ku.

Begitu pula ketika lambaian tangan terakhir kita terangkat sesaat sebelum kita harus berpisah dalam sebuah pertemuan. Waktu ku yang sebelumnya berkhianat dengan berhenti, sekarang seolah menikam ku dengan berpindah secepat kilat. Melesat. Meninggalkan lompatan waktu yang tiba-tiba bergerak tanpa kusadari.

Kamu.

Ya.

Waktu ku bergerak lambat dengan cepatnya ketika kita bertemu. Menciptakan kenangan yang terlukiskan dalam kecepatan cahaya dan tersimpan dalam kotak ingatan.

Bersama mu.

Waktu mu. Waktu ku.

Aku merasa terhisap dalam perlambatan waktu. 

Aku merasa terhempas dalam percepatan waktu.


waktu....
29 Desember 2015

Saturday, November 28, 2015

Mengeluh

Heihoy..

Pasti ada suatu hari dimana kita pengeeeennn banget ngeluh dengan segala hal yang terjadi dalam hidup ini.

Kenapa jalanan macet.
Kenapa siang panas banget.
Kenapa ujan terus.
Kenapa ac ruangan ga dingin.
Kenapa ruang kerja dinging banget.
Kenapa aku single.
Kenapa pacar aku nyebelin.
Kenapa gajian cepet menguap.
Kenapa ga ada kerjaan.
Kenapa lembur terus.
Dan banyaaaakkk lagi.

Tapi pernah ga sih kalian tuh mikir.
Tuhan itu baik banget loo udah melimpahkan segala hal baik di diri kita hari ini, eh saat ini.

Masih bisa bernapas.
Masih punya kerjaan.
Masih bisa tinggal dirumah yang nyaman.
Masih ada ortu dan saudara yang sehat dan sayang kita.
Masih ada pacar yang ngertiin kita.
Masih ada temen-temen seru yang bikin senyum terus.
Masih bisa makan 3x sehari.
Masih punya lemak di perut *loh*

Lalu kenapa mesti mengeluh?
Coba liat sekeliling kamu.
Apakah mereka seberuntung kamu?
Kalau tidak, coba pikir apa yang bisa kamu bantu buat dia.
Ga harus materi kok, kadang dengan mendengarkan dan membantu memberi solusi kita sudah meringankan dia.

Lalu kenapa mesti mengeluh?
Rejeki udah diatur sebaik-baiknya oleh Tuhan.
Kalau rejeki itu ga datang ke kamu, mungkin karena rejeki itu ga baik buat kamu.
Kalau orang lain yang dapet rejeki itu, ya memang itu jatah dia.
Ga usah iri, ga usah mengeluh.

Hidup itu udah keras, jadi jangan ditambah dengan keluhan-keluhan yang bikin kamu pusing sendiri.
Dinikmati aja, toh hidup cuma 1x. *kan konsep reinkarnasi beda kehidupannya *heya dibahas *ok skip.

Semangat yaa kalian.. God Bless ♥

Rumah-28 Nov 2015

Saturday, November 21, 2015

Abai

Terkadang kita perlu menjadi abai.

Entah itu kepada orang lain maupun kepada pikiran-pikiran kecil di kepala.

Bukan berarti kita tak peduli.

Abai berarti memilih untuk menahan langkah atau menahan ucap.

Abai berarti membuktikan solusi nyata tanpa banyak teori.

Abai tak mudah dilakukan.

Namun dengan sedikit abai masalah kecil tak terlihat dan masalah besar pun tak membebani.

-suatu jalan di jakarta timur-
221115

Thursday, November 19, 2015

Kisah #DuaPuluhEnam

Heihoy..

DuaPuluhNovemberDuaRibuLimaBelas dan kisah tentang #DuaPuluhEnam.

#DuaPuluhEnam adalah kisah tentang perubahan.

Perubahan diri dari praktisi menjadi abdi negara.

Perubahan dari berdua, sendiri, dan kemudian menjadi berdua lagi.

#DuaPuluhEnam adalah kisah tentang pembelajaran.

Bagaimana mengintrospeksi cara bersikap dalam keluarga, lingkar pertemanan, lingkar pekerjaan, dan hubungan dengan orang terkasih.

Bagaimana belajar memahami hal-hal baru yang datang pada hidup, serta mencari hobby baru yang bermanfaat.

#DuaPuluhEnam adalah kisah tentang memulai.

Perjalanan baru di tempat baru.

Perjalanan baru dengan orang baru.

Ini kisah #DuaPuluhEnam ku.


-BKPM, DuaPuluhNovemberDuaRibuLimaBelas-