Menulis ibarat menorehkan pisau ke tubuh, dapat sembuh namun meninggalkan bekas. Bekas itulah yang akan dikenang oleh kita. Menulislah agar kita akan terus dikenang..
Monday, June 20, 2016
(Kata mu) Kamu Tahu
Kata mu "Kamu Tahu".
Tentang apa yang dibicarakan saja aku tak tahu.
Waktu telah mengaburkan ketahuan dan ketidaktahuanku.
Atau mungkin aku memilih untuk tidak tahu lagi.
Hahaha.
210616
Sunday, May 29, 2016
(Jangan) Baper Nonton AADC 2
1. Setting film di Jogjakarta.
Jogjakarta itu ibarat 15% angkringan dan burjo penyelamat jiwa, 35% rumah kedua, dan 50% kenangan. Bergelar sebagai kota pelajar yang dipenuhi mahasiswa dan alumni gagal move on tentu Jogjakarta memiliki tempat tersendiri di hati para pencintanya.
Sekelumit gambar tentang Jalan Malioboro, Jalan Prawirotaman, Candi Ratu Boko, Papermoon Puppet Theater yang sering pentas di LIP Jogja, Gudeg, Sate Klathak di Pasar Imogiri, dan tempat lainnya tentu akan melengkungkan garis senyum bagi para pencinta Jogjakarta.
2. Persahabatan
Tidak banyak orang yang beruntung memiliki sahabat dalam hidupnya. Yang terpenting menurutku adalah persahabatan itu terjalin ketika walau terpisah jarak, tidak bisa ada di setiap waktu, namun mereka saling membutuhkan, saling mencari dan bertumbuh bersama.
Waktu mengubah cara pandang kita, memperluas dimensi pikiran, sahabat yang baik bukannya menghambat namun ikut bertumbuh bersama dan terus menjaga.
- Bagaimana pergi merupakan pilihan pertama akan hal yang dapat dibicarakan terlebih dahulu.
Mba Cinta pun wajar untuk marah karena tidak mendapatkan kesempatan untuk memperoleh penjelasan namun hanya memperoleh sepucuk surat.
Selain 3 hal diatas, menurutku ending film ini terlalu dipaksakan untuk memenuhi keinginan para fans yang ini melihat Cinta dan Rangga kembali bersatu. Cinta yang katanya sudah move on dan menikmati kehidupan barunya begitu mudah untuk goyah kembali kepada Rangga.
Ya apapun pilihan kalian dalam menjalani hidup dan kisah-kisah semacam ini, makanyaaa (Jangan) Baper Nonton AADC 2..
hahaha..
-diselesaikan setelah terpendam 1 minggu lamanya-
290516
Friday, May 20, 2016
Sendiri
Berlari ku coba mendekat mu.
Namun hanya bayang yang kulihat.
Kisah kita terangkat dalam hamparan tanpa batas.
Terpisah dalam ruang dan kata.
Aku menghilang dalam pasir hisap yang terbentang.
Hanya terdiam tanpa mampu berbuat.
Langkah mu terbuat dalam kecepatan cahaya.
Meninggalkanku.
Sendiri.
Home. Diselesaikan 270516
Sunday, April 3, 2016
Kesederhanaan
Saturday, April 2, 2016
Tidak takut
Bungkamlah maka ku kan berteriak.
Matikanlah suara ku maka ku kan menulis.
Halangkan pilihan ku maka ku kan membuka jalan baru.
Teriakan ku kan menggema.
Tulisan ku kan terbaca.
Jalan ku kan menerobos.
Ada kala aku takut.
Namun lebih banyak alasan untuk tegakkan kepala dan berkata "hanya itu mampu mu?".
Aku tidak takut.
020416
